Adi Candra Utama : Pembelaan Pengacara Lokal Tidak Berpengaruh Hasil Peradilan di Malaysia

Miseri Effendy(batik) wakil ketua DPRD Ponorogo dan  Poniyati (kaos liris merah) ibunda Rita dirumah keluarga Rita Desa Gabel, Kauman foto : kanal ponorogo
Miseri Effendy(batik) wakil ketua DPRD Ponorogo dan Poniyati (kaos liris merah) ibunda Rita dirumah keluarga Rita Desa Gabel, Kauman foto : kanal ponorogo

KANALPONOROGO-Adi Candra Utama, Direktur Migrant Institut menyayangkan adanya sejumlah pihak yang memanfaatkan dalam persoalan Rita ini dan berusaha memancing di air keruh.

Seperti adanya orang yang mengaku advokat dan telah ditunjuk sebagai kuasa hukum Rita di Ponorogo. Padahal, sejak awal Rita sudah didampingi dan diberi bantuan hukum oleh Kemenlu RI melalui KJRI di Penang Malaysia.

“Konteks pembelaan kasus Rita tidak diperlukan pengacara lokal, karena ini tidak berpengaruh pada keputusan pengadilan di Malaysia, jadi jika ada klaim dari pengacara lokal yang mengaku sebagai pengacara Rita itu adalah pengakuan illegal,”ucap Adi Candra saat dihubungi melalui sambungan telephone genggam, Senin(01/02/2016) lalu.

Ditambahkanya, dalam konteks support sebagai masyarakat sipil, pihaknya  sebagai pemegang kuasa memberikan peluang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak untuk ikut terlibat dalam mengkampanyekan kasus Rita ini.

Adi Candra mengaku selama ini ia telah bekerja sama dengan beberapa pihak di Malaysia terkait dengan amnesty internasional dan buruh migrant yang berada di Malaysia.

Sementara itu, rombongan dari DPRD Ponorogo yang mendatangi keluarga Rita di Desa Gabel, Kauman Ponorogo juga menyarankan kepada Poniyati (ibunda Rita) untuk lebih berhati-hati jika ada tawaran dari pihak yang berniat untuk membantu atau memberikan bantuan berupa pendampingan,”semua percayakan pada perwakilan migrant institut yang telah diberi kuasa disini, jadi Bu Poniyati bisa lebih berhati-hati bila menerima tawaran atau orang yang datang mengaku akan membantu,”ucap wakil ketua DPRD Ponorogo Miseri Effendy kepada Poniyati yang juga diamini semua rombongan yang ikut serta.

Sejumlah pimpinan DPRD Ponorogo yang mendatangi keluarga Rita di antaranya adalah Wakil Ketua DPRD Miseri Effendi dan Anik Suharto serta sejumlah anggota DPRD. Para wakil rakyat ini menjelaskan hasil konsultasi dan audiensi mereka ke Kemenlu RI di Jakarta pekan lalu, sesaat setelah ibunda Rita, Poniyati, mengadu ke gedung DPRD Ponorogo.

Selain itu untuk meringankannya saat ini masih ada kesempatan untuk menyiapkan dua orang saksi untuk dimintai keterangan di pengadilan tingkat banding. Yaitu dua orang dengan kriteria mengetahui riwayat hidup Rita sejak kecil hingga dewasa, bila perlu sampai mencari pekerjaan sebagai buruh migran dan satu saksi yang mengetahui keseharian Rita di tempat kerjanya atau selama di Macau.

“Dari sana kami mengetahui bahwa Rita butuh saksi meringankan. Jumahnya dua orang. Ini yang nanti akan diupayakan di sini secara teliti. Kami yakin, pengacara yang ditunjuk pemerintah akan mengupayakan agar Rita bebas,” ungkap Miseri.

Sementara itu Poniyati, ibunda Rita yakin jika anaknya tidak bersalah dan hanya dijebak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab sehingga tertangkap polisi diraja Malaysia.Poniyati berharap anaknya bisa dibebaskan. “Harapannya Rita bisa bebas, bisa pulang. Sudah itu saja,” ucapnya singkat.

Poniyati yakin anaknya tidak bersalah dan hanya dijebak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga tertangkap polisi Malaysia dengan membawa koper berisi 4 kg narkoba jenis sabu. Yaitu saat anaknya ingin pulang ke Indonesia namun dititipi sebuah barang dengan rute penerbangan yang tidak semestinya.(wad/kanalponorogo)

LEAVE A REPLY