Antisipasi Gesekan MTA Vs Banser, Polres Ngawi Terjunkan Pasukan

Polres Ngawi mengamankan acara MTA dan Banser di Kecamatan Pitu
Polres Ngawi mengamankan acara MTA dan Banser di Kecamatan Pitu (foto dik/kanalponorogo)

KANALNGAWI-Guna mencegah gesekan serta tindakan melawan hukum antara dua lembaga yakni Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) dan Banser pihak Polres Ngawi langsung menerjunkan pasukan sebanyak 1 SSK. Tindakan pencegahan tersebut dilakukan saat dua lembaga itu sama-sama menggelar acara di satu lokasi yang hanya berjarak tidak kurang dari 500 meter tepatnya di Dusun/Desa Ngancar, Kecamatan Pitu, Ngawi, pada hari ini Selasa (09/02).

Terlihat dilokasi, aparat keamanan berjaga dilokasi yang ditempati acara baik MTA maupun Banser. Selain itu anggota kepolisian dari jajaran Polsek juga dikerahkan untuk mengamankan situasi dilokasi yang sama. Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Suwarno saat mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi saat dilokasi mengatakan, pasukan yang diterjunkan tersebut sifatnya untuk antisipasi bilamana terjadi gesekan antara MTA dan Banser.

“Benar hari ini secara kebetulan ada dua acara yang digelar dari dua lembaga baik MTA dan Banser dengan lokasi yang sama. Tentunya tindakan kita jangan sampai terjadi gesekan makanya kita terjunkan anggota baik dari Dalmas maupun jajaran Polsek,” kata Kompol Suwarno, Selasa (09/02).

Tidak hanya itu terang Kompol Suwarno, aparat TNI dari Kodim 0805 Ngawi juga dilibatkan guna mencegah aksi yang tidak diinginkan. Sementara terkait kegiatan MTA seperti yang dikatakan Suryono Ketua Cabang MTA Kecamatan Pitu, agenda yang digelar pihaknya itu memang sudah menjadi kalender rutin setiap 3 bulan sekali. Jadi tidak ada kaitanya dengan kegiatan Banser yang digelar pada waktu yang sama.

“Kegiatan semacam konsolidasi seperti ini memang digelar setiap tiga bulan sekali dengan keliling sewilayah Ngawi. Dan tidak ada kaitanya kegiatan Banser itu,” kata Suryono.

Bebernya, konsolidasi yang digelar MTA sebagai wadah saling tukar pikiran antar anggota maupun pengurus setingkat cabang diwilayah Ngawi tanpa merugikan pihak manapun. Bahkan tandas Suryono yang juga PNS sebagai guru SMKN 1 Ngawi ini menegaskan, setiap Rabu habis sholat ashar untuk internal kepengurusan MTA Kecamatan Pitu selalu menggelar kegiatan kajian materi keagamaan.

Dan itupun dihadiri anggota MTA Kecamatan Pitu yang terdiri 22 orang terdiri para bapak, 18 orang para ibu dan ditambah 3 orang mustamik. Sedangkan mustamik ini masih kata Suryono, adalah anggota yang belum terdaftar sepenuhnya artinya harus melalui tahapan berikutnya dalam beberapa bulan kedepan.

Sementara itu Mahsun Fuad Ketua Banser Kabupaten Ngawi melalui via telepon menandaskan, pihaknya tidak mengetahui kegiatan anggotanya diwilayah kecamatan. Dan dibenarkan Mahsun, bahwasanya kegiatan Banser dirumah orang tua Ali Mohtar tidak lepas dari kegiatan Anshor dibawah kepengurusan NU Kecamatan Pitu yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Acara dirumah orang tua Ali Mohtar itu memang digelar tahlilan dan doa kalau tentang Banser itu hanya  bagian dari kepengurusan wilayah kecamatan mereka turut hadir untuk mengikuti doa bersama itu,” singkat Mahsun Fuad.

Sementara dari narasumber yang enggan disebut namanya mengatakan, meskipun dirinya sebagai warga disekitar lokasi MTA maupun Banser tidak tahu sama sekali tentang kedua kegiatan itu.

“Saya kaget kok siang ini ada pak polisi banyak datang diwilayah ini. Kalau tentang MTA sendiri saya tidak mau berpikir tentang hal itu karena saya tetap warga yang dilahirkan dari kalangan ahlussunnah wal jamaah atau NU itu dan itu keyakinan saya sekeluarga,” terang narasumber.(dik/kanalponorogo)

LEAVE A REPLY