Awal Juni, Warga Ponorogo dan Madiun Bisa Tukar Uang Baru ke BI

KANALPONOROGO.COM: Mulai tanggal 5 Juni mendatang Bank Indonesia Perwakilan Kediri, bekerjasama dengan tiga bank umum, akan melayani warga Kota Madiun dan Ponorogo untuk penukaran uang baru yang jumlah nominal sama seperti yang ditukarkan tanpa ada potongan.

Dengan  begitu, masyarakat  tidak perlu repot menukarkan uangnya dengan uang baru di tempat jual-beli uang yang potongannya mencapai 10% yang sudah mulai banyak ditemukan di beberapa titik pinggir jalan.

Menurut Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Kediri, Djoko Raharto, penukaran uang baru untuk wilayah Kota Madiun dan Kabupaten Ponorogo, dilayani di tempat-tempat keramaian mulai tanggal 5-21 Juni 2017. Termasuk di kantor pemerintahan.

“Kami juga bekerjasama dengan tiga bank umum yang telah ditunjuk. Untuk penukaran di bank umum, dibuka pada hari Selasa dan Kamis dengan maksimal 50 antrian,” kata Djoko Raharto, dalam release yang diterima wartawan Forum Wartawan Kota Madiun (FWKM), Rabu (24/05/2017).

Menurutnya lagi, pecahan uang baru yang disediakan yakni Rp.20 ribu satu bendel isi Rp.2 juta, Rp.10 ribu satu bendel isi Rp.1 juta, Rp.5 ribu satu bendel isi Rp.500 ribu dan Rp.2 ribu satu bendel isi Rp.200 ribu.

“Kalau kebutuhan masyarakat di Wilker BI Kediri selama bulan puasa nanti, sekitar Rp.6,5 trilyun. Dengan rincian, Rp.6,1 trilyun uang pecahan besar (UPB) dan Rp.400 milyar uang pecahan kecil (UPK),” tambahnya.

Djoko juga menghimbau, agar masyarakat menukarkan uangnya di tempat resmi untuk menghindari jumlah yang tidak sama dan kemungkinan adanya uang palsu. Selain itu, masyarakat juga dihimbau lebih banyak melakukan transaksi non tunai.

“Misalnya dengan menggunakan ATM dan kartu kredit. Mari bersama-sama kita cegah jual beli uang baru,” tandasnya.

Dibanding dengan tahun 2015 dan tahun 2016, kebutuhan uang di wilayah kerja Bank Indonesia Perwakilan Kediri, mengalami kenaikan yang signifikan. Pasalnya, pada tahun 2015, kebutuhan masyarakat ‘hanya’ sekitar Rp.3,4 trilyun. Sedangkan pada tahun 2016, sekitar Rp.5,2 trilyun.(AS)

LEAVE A REPLY