BBKP Surabaya Musnahkan Ratusan Ton Buah Asal China

Ratusan ton buah asal china dimusnahkan karena tidak dilengkapi dengan dokumen
Ratusan ton buah asal china dimusnahkan karena tidak dilengkapi dengan dokumen

KANALMOJOKERTO -Sebanyak 42 Kontainer berisi buah impor berbagai jenis yakni Jeruk, Apel, dan buah Peer dimusnahkan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya.

Ribuan kardus berisi buah impor tersebut dimusnahkan di kawasan Ngoro Industrial Park yakni di PT Hijau Alam Nusantara, Desa Manggung Gajah, Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (22/06/2016).

Sebanyak 787,13 ton buah Pir, Jeruk dan Apel impor dari Cina dimusnahkan petugas Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya.

Hal itu dikarenakan tidak melampirkan surat jaminan kesehatan dari negara asalnya pada saat pemeriksaan di Terminal Peti Kemas Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak sebagian besar buah dalam keadaan busuk atau rusak.

Kepala BBKP Surabaya Dr. Ir Eliza Suryati Rusli mengatakan penahanan terhadap ratusan ton buah impor tersebut dilakukan karena adanya ketidaksesuaian dokumen yang dilaporkan dengan hasil pemeriksaan fisik. Menurut dokumen Phytosanitary Certificat 42 kontainer tersebut berisi Pir setara 787,13 ton.

Namun, berdasar hasil pemeriksaan fisik terdapat tiga jenis yakni Pir berjumlah 135,94 Ton, Jeruk 375,85 Ton, dan Apel 275,34 Ton. Penahanan dilakukan sebagai upaya penegakkan hukum seperti yang tercantum dalam pasal 5 UU No 16 Tahun 1992.” Jelasnya.

Ia menambahkan pemusnahan tersebut dilakukan berdasarkan UU No 16 dengan batas waktu yang ditentukan. Namun, pihak pemilik tidak bisa memberikan dokumen yang dipersyaratkan untuk dipenuhi. Sehingga tindakan pemusnahan harus dilakukan.

Pemusnahan dilakukan dengan cara menghancurkan media pembawa dimaksud dengan alat berat kemudian dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun dengan tanah. Pemusnahannya dilakukan di daerah Ngoro Industrial Park Mojokerto sebanyak 42 Kontainer setara 787,13 Ton. Dan ratusan ribu buah tersebut tanpa dilengkapi dokumen jaminan kesehatan asal negaranya.” Pungkasnya.(ar/kanalponorogo.com)

LEAVE A REPLY