Buang Bayi ke Septictank, Seorang Ibu di Pacitan Diamankan Polisi

Ibu muda (jaket merah) pembuang bayi menjalani pemeriksaan di Polres Pacitan ( foto : bc/kanal ponorogo)
Ibu muda (jaket merah) pembuang bayi menjalani pemeriksaan di Polres Pacitan ( foto : bc/kanal ponorogo)

KANALPACITAN- Diduga membunuh anak hasil hubungan gelapnya dengan laki-laki lain, MYT(38) warga Dusun Pendem, Desa Bangunsari, Kecamatan Bandar kini berakhir masuk penjara.

Bermula dari kecurigaan warga atas kondisi MYT, Sebelumnya, pelaku diketahui oleh warga setempat atas kehamilanya dan sempat memunculkan rumor hasil hubungan gelap lantaran suami MYT sedang merantau selama enam tahun dan tidak pernah terlihat pulang.

Beberapa hari perut MYT tak terlihat membesar, para tetanggapun sempat menanyakan hal itu, namun ia mengelak jika dia sedang mengandung. Merasa ada yang janggal, warga pun mendatangkan bidan desa setempat untuk memeriksa kondisi MYT. Dari pemeriksaan diketahui bahwa perempuan itu baru saja melahirkan.

Menurut AKBP. Taryadi, Kapolres Pacitan melalui AKP Sukinto Herman, Kasatreskrim Polres Pacitan, mengatakan,“adanya laporan dari Polsek Bandar bahwa ada kasus pembuangan bayi dalam septic tank. Kami jajaran Reskrim dan bagian UPPA Polres Pacitan langsung meluncur ke TKP untuk penyidikan,  setelah kami menyidik dan menemukan fakta bahwa pelaku dengan sengaja membunuh anaknya tersebut usai melahirkan, saat ini masih terus kami dalami kasusnya. Termasuk kemungkinan menetapkan ibu bayi tersebut sebagai pelaku,’’ ujar Sukinto Herman.

Atas perbuatanya, pelaku bisa dijerat Pasal 341 KUHP dan tak menutup kemungkinan pelaku juga bisa disangkakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Karena ada dugaan perbuatan tersebut sudah direncanakan ketika bayi itu masih dalam kandungan.

“Makanya nanti kita lihat dulu hasil pengembangannya seperti apa,’’ lanjutnya.

Mendapati kenyataan itu, MYT terlihat pasrah. Dia mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut. Ketika dimintai keterangan oleh penyidik, MYT mengakui perbuatanya itu terjadi pada Kamis (11/2) lalu. Dia melahirkan bayinya diatas tempat tidurnya tanpa bantuan orang lain.

“Ketika bayi itu lahir saya jepit dengan kedua paha kaki saya. Supaya tidak menangis. Soalnya, dirumah ada ibu juga,”pengakuan pelaku.

Masih pengakuannya, tali pusar bayi tersebut kemudian saya potong dengan gunting yang sudah saya persiapkan. Lalu membungkus jasad bayinya dengan karung pasir bekas yang diambil dari belakang rumah. Kemudian saya buang ke WC untuk menghindari kecurigaan warga dan orang rumah,’’ akunya.

Dia mengakui tega melakukan perbuatan tersebut lantaran merasa malu. Mengingat bayi yang sudah dikandungnya hampir delapan bulan tersebut merupakan buah hasil perselingkuhannya dengan pria lain.

“Suami saya yang sah sudah tidak pulang kerumah hampir tujuh tahun. Kami sudah pisah ranjang,’’ ungkapnya.

Sementara itu, selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sprei dan pakaian yang dikenakan oleh pelaku ketika melahirkan.Dan untuk proses selanjutnya  polisi terus melakukan mpendalaman atas kasus ini.(Bc/kanalponorogo)

LEAVE A REPLY