Dibantu Brimob Madiun, Densus 88 Sisir Rumah Orang Tua KF

Tim Densus 88 bersama Jihandak Sub Den C Brimob Madiun melakukan penyisiran rumah Rifai orang tua KF

KANALPONOROGO.COM : Rumah milik Rifai (45) yang tidak lain orang tua KF (22) terduga teroris di Dusun Gebang, RT 02/RW 06, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi, langsung dilakukan penggeledahan dan penyisiran oleh petugas. Mulai sekitar pukul 15.30 WIB, terlihat Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Labfor Polda Jawa Timur dan Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Sub Den C Brimob Madiun langsung melakukan penyisiran dan penggeledahan seluruh barang dirumah Rifai tersebut, Minggu (11/12).

Puluhan petugas ini sekitar dua jam lebih menyisir seluruh benda mencurigakan baik diluar maupun didalam rumah Rifai. Untuk informasi sementara barang bukti yang diamankan dari rumah orang tua KF ini antara lain, 1 unit sepeda motor Honda Mega Pro nopol AE 5863, starbio 1 kilogram, garam kasar 3 kilogram, bubuk basah warna putih 1 kemasan plastik, paraffin 3 buah plus 8 buah dalam satu kotak, bubuk warna kuning 1 plastik, cairan 9 jerigen, cairan kuning 1 botol dan banyak lagi.

Usai mengumpulkan barang-barang mencurigakan tersebut sampai sejauh ini belum diketahui apakah dibawa langsung ke Mabes Polri maupun ke Polda Jawa Timur. Untuk bahan peledak maupun bom belum ada kabar ditemukan pasca penyisiran terhadap rumah warna cat kuning milik Rifai ini. Wakapolres Ngawi Kompol Soehono saat dilokasi tidak membeberkan begitu detail terkait penangkapan KF yang merupakan mahasiswa jurusan ekonomi semester akhir disalah satu perguruan tinggi di Surakarta ini.

“Seperti diketahui oleh teman-teman wartawan sendiri kegiatan sterilisasi maupun olah TKP semua dilakukan oleh satuan atas baik Densus 88 maupun dari Labfor Polda Jawa Timur. Polres Ngawi sejak awal hanya sebatas memback up  pengamanan dilokasi sehingga secara persis apa yang diamankan dan dibawa hasil penyisiran didalam rumah itu saya sendiri tidak tahu,” terang Wakapolres Ngawi Kompol Soehono, Minggu (11/12).

Ketika ditanya lebih lanjut tentang proses penangkapan terhadap KF si terduga teroris pihaknya tidak memiliki domain untuk menerangkan secara detail. Hanya saja Kompol Soehono menyebut KF berhasil diamankan oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri setelah diyakini ada korelasi pengembangan kasus penangkapan tiga orang sebagai terduga teroris di Bekasi dua hari yang lalu.

Tidak sebatas itu Kompol Soehono enggan menjawab apakah KF ini terkait langsung dengan jaringan lainya. Seperti jaringan Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JADKN) yang diduga punya hubungan dengan Bahrun Naim yang telah berbaiat kepada Negara Islam (ISIS).

“Soal penangkapan terhadap KF tadi pagi itu saya sendiri tidak berhak menjawab lebih jauh dan kemungkinan memang ada korelasinya dengan kasus di Bekasi itu. Saya disini hanya diperintah dari satuan atas untuk mengamankan lokasi dengan mengerahkan 120 personel dari Polres Ngawi,” pungkasnya.(dik)

LEAVE A REPLY