Diduga Tidak Transparan, Peserta Ujian Perangkat Gruduk Balai Desa

Peserta ujian perangkat Desa Semen protes terhadap panitia
Peserta ujian perangkat Desa Semen protes terhadap panitia

KANALNGAWI-Puluhan warga geruduk balai desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi untuk mengklarifikasi tetang proses ujian pengisian tiga perangkat desa Semen yang digelar Sabtu(28/05/2016) diduga tidak adanya transparansi.

Tiga kekosongan jabatan perangkat desa tersebut yaitu Kepala Urusan (Kaur) meliputi Keuangan, Pemerintahan dan Umum.

“Ujian yang kita ikuti ada beberapa kejanggalan terutama pada format yang dimasukan ke materi ujian praktek komputer.  Demikian juga pada semua naskah soal ujian yang patut dicurigai adanya semacam kode huruf yang sengaja dimiringkan,”ucap Sumarno salah satu peserta ujian.

Dengan huruf miring pada soal ujian tersebut kata dia, memang patut diduga ada semacam kode yang sengaja diarahkan ke peserta untuk mempermudah menjawabnya. Dengan demikian dia bersama peserta ujian lainya menuntut kejelasan tentang beberapa temuan yang dinilai penuh dengan kejanggalan.

“Memang ada kesalahan format masuk pada komputer dan masalah penilaian ujian komputer selain itu ada huruf miring pada naskah soal ujian,” terang Sumarno, Minggu (29/05/2016).

Ditambahkanya, menuntut tanggung jawab panitia dengan semacam surat pernyataan yang telah disepakati. Dan isi pernyataan itu sendiri antara lain, menuntut seluruh panitia diganti, diadakan ujian ulang komputer dan ujian tulis dari tiga lowongan perangkat desa, sebelum permasalahan kecurangan selesai ujian ulang tidak dapat dilaksanakan.

Tidak hanya itu, harus ada penanggung jawab tentang kejanggalan naskah soal pengetahuan umum dan naskah soal komputer. Dan terakhir bila tidak ada mufakat dalam musyawarah akan dilimpahkan ke pihak berwajib.

Terkait hal ini Aminu Ketua Ujian Perangkat Desa Semen mengatakan, dirinya secara pribadi hanya sebagai pelaksana dan mengenai lain-lainya sama sekali tidak tahu. Anehnya lagi terang dia, mengenai siapa tim pembuat naskah soal ujian dirinya pun sama sekali tidak tahu menahu. Bahkan mengenai komputer pun dirinya tidak tahu pada intinya dia ‘kedapuk’ menjadi ketua panitia ujian hanya menjalankan amanah dari masyarakat.

“Kalau saya selaku ketua hanya pelaksana dan lain-lainya tidak tahu. Saya sudah ngomong didepan jangankan komputer ngunyerke gasingan saja saya tidak tahu,” singkat Aminu.

Sementara itu menurut Suyanto Kepala Desa (Kades) Semen membenarkan, terkait pelaksanaan ujian perangkat desa diwilayahnya memang terindikasi yang disinyalir ada kesalahan di komputer. Tetapi mengenai huruf miring pada naskah soal ujian selaku Kades dirinya tidak tahu persis karena tidak diharuskan terlalu masuk jauh ke ranah kepanitiaan. Ditanya tindak lanjut tuntutan peserta ujian tandasnya, tetap dilakukan ujian ulang sebagai solusi terbaik.

Kemudian Suradji Ketua BPD Desa Semen angkat bicara menurutnya, sesuai kapasitas lembaganya memang berperan sebagai pengawas pelaksanaan ujian. Namun demikian mengenai tudingan adanya kesalahan di materi ujian komputer maupun di naskah soal ujian menurutnya tidak ada indikasi kesengajaan yang dilakukan oleh panitia. Seperti huruf miring pada naskah soal ujian kata Suradji tidak lebih adanya kesalahan print out naskah.

“Ini tidak ada indikasi dari panitia dan semua tuntutan peserta tadi kita penuhi dengan melakukan revisi terhadap panitia bukan membentuk panitia yang baru,” ungkap Suradji.

Jelasnya, selain revisi terhadap panitia dalam pelaksanaan ujian ulang nantinya akan menggandeng salah satu perguruan tinggi dengan alasan lebih menguasai secara teknis. Suradji memastikan untuk melakukan revisi panitia paling tidak dapat dilakukan dalam waktu dua atau tiga hari kedepan. Sedangkan untuk pelaksanaan ujian ulang maksimal bisa dilaksanakan dengan deadline waktu dua minggu terhitung hari ini.

Pada ujian perangkat desa tersebut dari tiga lowongan tercatat secara keseluruhan ada 30 orang peserta. Dengan rincian Keuangan diikuti 11 peserta, Pemerintahan 9 peserta dan Umum diikuti 10 peserta. Dan dari berbagai narasumber menyebutkan pelaksanaan ujian perangkat desa dibagi dua tempat untuk materi komputer dilaksanakan di SMAN I Jogorogo dan ujian tulis dilakukan di salah satu SD di Desa Semen. (dik/kanalponorogo.com)

 

 

LEAVE A REPLY