Dua Napi Ponorogo Langsungkan Penikahan di Lapas

Rustan dan Adinda Rahmawati usai melangsungkan ijab qobul di Rutan Ponorogo (foto : kanal ponorogo)
Rustan dan Adinda Rahmawati usai melangsungkan ijab qobul di Rutan Ponorogo (foto : kanal ponorogo)

KANALPONOROGO-Dari mana datangnya lintah, dari sawah turun ke sungai, dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati.

Seperti itulah yang dialami Adinda Rahmawati dan Rustan sepasang sejoli yang sama-sama menghuni Lapas Ponorogo. Karena sering bertemunya, dua tahanan tersebut akhirnya saling jatuh hati.

Berawal dari saling pandang dan perkenalan, keduanya kemudian saling kirim salam dan kirim surat didalam blok tahanan, Rutan kelas llB Ponorogo. Saat-saat tertentu mereka bisa bertemu dan saling mengenal lebih dalam. Merasa ada kecocokan, yang akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan hubungan lebih serius, yaitu menuju pelaminan. Alhasil pernikahan merekapun terlaksana pada Rabu(10/02/2016).

Sebuah rahasia Tuhan yang semua makhluknya tidak mengetahui, namun sepasang sejoli yang menjalani tahanan di rumah tahanan (Rutan) Ponorogo  dan terpisah dari kehidupan masyarakat ini bisa mengikat tali pernikahan di dalam lapas dengan disaksikan oleh para sipir dan teman-teman sesama napi.

Namun sayang mereka masih harus menahan bulan madu selama lima tahun kedepan, karena mereka masih harus menjalani masa tahanan dan menunggu keluar.

Pernikahan sendiri berlangsung, setelah Adinda Rahmawati yang berstatus janda dan masuk Lapas karena terjerat kasus narkotika dengan Rustan yang berstatus duda yang masuk Rutan karena kasus pencurian dengan pemberatan ini setelah mereka berpacaran selama hampir 1 tahun.

Sejumlah rekan sesama tahanan yang turut menyaksikan pernikahan mereka berdua nampak  tak mampu menahan air mata, mereka terlihat menangis haru disaat ngikuti prosesi ijab qabul.

“Awalnya secara tak sengaja kami ketemu, kenalan dan kita kirim-kirim salam gitu, trus lama kenal dan merasa cocok kemudian kami sepakat dan melangsungkan  pernikahan ini,”ucap Adinda Rahmawati.

Saat ditanyai tentang bulan madu, karena masih menjalani masa hukuman, Adinda blak-blakan mengaku jika ia harus bersabar dan rela menuda bulan madu sampai mereka bebas dari tahanan.

“Nanti bulan madunya kalau udah bebas aja, ditahan dulu. Tetap sabar, dan dari sini kami mengambil hikmahnya dengan harapan bisa jadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah dan semoga ini menjadi hubungan yang terakhir untuk kami,”kata Adinda Rahmawati.

Selama masa tahanan belum habis mereka belum bisa saling memberikan hak dan kewajiban layaknya suami istri, utamanya dalam kaitanya dengan kebutuhan biologis.

“Kalau untuk warga binaan ya kita beri hak untuk melaksanakan pernikahan, akan tetapi setelah mereka menjadi suami istri, masih belum bisa melaksanakan kewajiban sebagai suami atau sebagai istri, misal dalam hal ini adalah kebutuhan biologis. Kita tidak bisa memberikannya, karena memang aturannya tidak ada. Ini sudah dikonsekuensi dan dipahami kedua mempelai,”terang kepala layanan tahanan Rutan klas llB Ponorogo, Wahyu Dita Putranto.(wad/kanalponorogo)

LEAVE A REPLY