Eks Anggota Gafatar Asal Magetan Masih di Jakarta

Kepala Dinsosnakertrans Magetan, Parni Hadi
Kepala Dinsosnakertrans Magetan, Parni Hadi

KANALMAGETAN-Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Magetan menerima surat dari Kementrian Sosial (Kemensos), Senin (1/2) lalu.tentang  3  warga Magetan yang menjadi pengungsi mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
Mereka satu keluarga yaitu Jumali (38/suami), Haryati (35/istri) dan Riska Nurhanasah (2,5/anak) warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Saat ini mereka masih di tampung di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus Jakarta Timur. Tim penjemput disiapkan sebanyak 2 orang dari Bagian Sosial, Dinsosnakertrans, hari ini (Rabu, 3/2) berangkat ke. Jakarta.

“Kami sebelumnya menerima surat, sesuai surat kementerian sosial nomor 010/RSTS.KPO/RPTC/02/2016 dengan perihal permohonan pemulangan warga eks Gafatar dari Kabupaten Magetan, Senin (1/2) lalu. Kami rencananya akan menjemput mereka, Kamis (4/2) nanti. Setiba disini, langsung mengembalikan kepada kelurganya ada  upaya diberi pembinaan,” ucap Kepala Dinsosnakertrans Magetan, Parni Hadi, Rabu (03/02/2016).

Sebelum kedatangan mereka, tambahnya, dinas menyampaikan kepada pemerintahan desa setempat, kepala dusun (Kasun), ketua Rukun Tetangga (RT) hingga tokoh masyarakat, agar bersedia menerima kedatangan mereka.

Hasilnya, warga hingga pemerintahan desa bersedia menerima kepulangannya, dituangkan dalam pernyataan tertulis. Begitu juga pihak keluarga menanti kedatangannya, kembali hidup di Desa Gadingrejo, lalu berharap dapat melupakan soal Gafatar.

“Setiba di Magetan nanti, mereka akan dibina dan diberi pembinaan keagamaan maupun kebangsaan oleh ulama dan lainnya, sekalian mereka disyaratkan ulang. Sebelum berangkat ke Mempawah, Jumali sempat berjualan bakso, kemudian diajak kenalan untuk mengikuti kegiatan Gafatar. Jumali sekeluarga anggota biasa, tidak masuk dalam struktur kepengurusan Gafatar,” ujar Parni Hadi lagi.

Menurutnya mereka berangkat ke Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), berawal dari keberangkatan Jumali untuk bekerja ke Jakarta, usai lebaran 2015 lalu. Selanjutnya, disusul istri dan anaknya, setelah 2 pekan sang istri ke Jakarta, keluarga kesulitan kontak. “Keluarga kesulitan melakukan kontak dengan Jumali sekeluarga, baru mendapat kontak jelang kepulangan ke Jakarta. Pihak keluarga baru tahu mereka sempat gabung dengan Gafatar dan berada di Mempawah,” ujar Parni Hadi.(wad/kanalponorogo)

LEAVE A REPLY