GP Ansor Ngawi Gelorakan NKRI Harga Mati

Ratusan massa GP Ansor dan Banser lakukan unras di Ngawi ( foto : kanalponorogo.com)
Ratusan massa GP Ansor dan Banser lakukan unras di Ngawi ( foto : kanalponorogo.com)

KANALNGAWI-Ratusan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Ngawi maupun Banser melakukan unjuk rasa menolak keras faham maupun aliran ekstrim yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan UUD 1945, Rabu(01/06/2016).

Dengan demikian GP Ansor Cabang Ngawi meminta kepada institusi maupun pemerintah daerah untuk mewaspadai gerakan yang berafiliasi menyimpang terhadap dasar-dasar negara.

Mahsun Fuad, Ketua GP Ansor Cabang Ngawi menandaskan, faham komunisme yang berpotensi bangkit dengan menyusup ke organisasi tertentu harus dibabat habis.

Demikian pula organisasi dengan konsep khilafah sangat tidak dibenarkan tumbuh berkembang disuatu negara dengan ideologi Pancasila.

Konsep ini dinilai merongrong keberadaan NKRI sebagai bentuk negara yang final di Indonesia. Pancasila adalah hasil karya dan harta warga Indonesia. Tugas Islam adalah melindungi harta milik, termasuk melindungi Pancasila.

“Momentum 1 Juni sebagai lahirnya Pancasila kita manfaatkan untuk mewaspadai semua gerakan radikalisme terhadap negara dan agama apapun. Seperti faham komunis maupun organisasi dengan konsep khilafah harus kita tolak keras,” terang Mahsun Fuad Ketua GP Ansor Cabang Ngawi, Rabu (01/06/2016).

Lebih lanjut, GP Ansor dan Banser menolak keberadaan gerakan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi yang mengatasnamakan Islam di Indonesia yang dinilai berpotesi memecah belah persatuan umat Islam maupun agama lain sesuai Pancasila dan menggoyahkan NKRI.

Pihaknya mendukung langkah cepat, tepat dan tegas pemerintah untuk melarang ormas yang tidak mau berideologikan Pancasila di Indonesia dan mendorong pemerintah melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Aksi unjuk rasa penolakan faham ekstrim yang dilakukan ratusan pemuda GP Ansor serta Banser Ngawi diserukan kesejumlah instansi maupun lembaga pemerintah daerah setempat. Seperti didepan kantor Pemkab Ngawi dan DPRD Kabupaten Ngawi tidak ketinggalan didepan Mako Polres Ngawi dan Kodim 0805 Ngawi.

Untuk kesempatan orasi didepan DPRD Kabupaten Ngawi, mengajak wakil rakyat dalam peranya untuk senantiasa menjiwai  nilai-nilai Pancasila. Kritiknya, selama ini para wakil rakyat dalam pengawasanya masih tumpul terhadap pengawalan kebijakan pemerintah yang tidak jarang keluar dari koridor nilai Pancasila.

Mereka menyerukan kepada wakil rakyat untuk mengawasi beberapa hal kebijakan agar lebih maksimal. Antara lain, ketertiban umum, perizinan, program yang masuk ke desa, anggaran, tempat hiburan serta pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas.

Sementara itu Dwi Rianto Jatmiko/Antok Ketua DPRD Kabupaten Ngawi saat menerima perwakilan massa mengatakan, aksi yang dilakukan GP Ansor dan Banser sesuatu hal wajar terlebih berkenaan dengan momentum hari lahirnya Pancasila. Sehingga apa yang ditegaskan GP Ansor maupun Banser menjadi mutlak untuk tetap konsisten dalam jalur nilai Pancasila.

“Saya kira seruan dari rekan-rekan Ansor dan Banser menuntut ke kita baik legislative maupun eksekutif dalam menjalankan program pemerintah harus senafas dengan Pancasila sangat wajar dan saya kira seperti inilah yang sangat kita harapkan,” ungkap Antok.

Sisi lain pihaknya menjelaskan, apa yang ditegaskan GP Ansor maupun Banser sangat berkorelasi dengan keputusan Presiden Jokowi. Dimana kata Antok, tepatnya 1 Juni 2016 telah diputuskan sebagai hari lahirnya Pancasila. Dengan demikian kedepanya keutuhan NKRI dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 merupakan bentuk tanggung jawab semua lapisan masyarakat. (dik/kanalponorogo.com)

 

LEAVE A REPLY