Grebeg Suro Diboikot, Pemkab Minta Maaf Kepada Dewan Di Ruang Dinas Pj Bupati

KANALPONOROGO-Buntut dari pemboikotan perayaan Grebeg Suro dan Festival Reyog Nasional (FRN) XXII oleh seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo, yang diputuskan melalui rapat paripurna beberapa hari lalu, akhirnya pihak Eksekutif menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh anggota DPRD.

Permintaan maaf oleh jajaran Pemkab tersebut disampaikan di ruang dinas Pj Bupati Ponorogo di lantai dua gedung Pemkab Ponorogo, Jumat (09/10) malam.

Semua unsur Pimpinan DPRD dan seluruh ketua, wakil ketua dan sekretaris fraksi diundang untuk menghadiri undangan diruang Bantarangin tersebut.

“Ya intinya malam ini, pihak Pemkab mengundang kita untuk menyampaikan permintaan maaf atas kejadian saat pembukaan Grebeg Suro yang mengakibatkan DPRD memboikot dan tidak akan mengikuti seluruh rangkaian acara perayaan Grebeg Suro dan Festival Reyog Nasional (FRN) tersebut,”ucap Sugianto wakil ketua fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Ponorogo kepada kanalponorogo.

Dalam pertemuan diruang Bantarangin tersebut, Pj Bupati Maskur yang menyampaikan permintaan maaf, dimana pihaknya juga mengakui kesalahan atas kejadian pada saat pembukaan perayaan Grebeg Suro dan Festival Reyog Nasional yang digelar Rabu(07/10) lalu.

Dalam pembukaan Perayaan Grebeg Suro dan FRN ke XXII anggota DPR yang diundang merasa jengkel, karena sebagai anggota lembaga negara hanya ditempatkan di kelas dua, dibelakangnya tempat duduk para istri camat.

“Permintaan maaf disampaikan oleh Pj Bupati,”timpal anggota DPRD yang lain.

Dari hasil pertemuan tersebut Pihak DPRD sepakat akan menggelar rapat paripurna untuk mencabut kesepakatan boikot perayaan grebeg suro.

“Demi Ponorogo ke depan dengan catatan even grebeg suro harus ditingkatkan dan tertata dengan lebih baik, DPRD menerima permintaan maaf ini,”pungkas Sugianto.

Sementara ketua DPRD Ali Mufty masih enggan berkomentar saat dikonfirmasi melalui telephone selulernya. (wad/kanalponorogo)   

 

 

LEAVE A REPLY