Gus Ipul Dorong Ekonomi Berbasis Kerakyatan

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Ngawi ( foto : dik/kanalponorogo)
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Ngawi ( foto : dik/kanalponorogo)

KANALNGAWI.-Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Syaifullah Yusuf  mendorong terus perekonomian yang berbasis kerakyatan yang disampaikan dihadapan ratusan pengurus Kopwan Syariah di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Kamis (19/05/2016).

Dijelaskanya, bidangekonomi bisa kuat dengan tetap berlandaskan dan berazas koperasi dengan mengedepankan unsur kerjasama kolektif antar pihak terkait.

Menurutnya, jika ekonomi berkiblat pada pasar (kapitalis-red) tentunya akan bermuara pada pengelompokan ekonomi sepihak. Dampak akhir adalah kekuatan ekonomi yang berpihak pada pemilik modal.

“Ekonomi yang kita kembangkan harus ada unsur kerjasamanya. Kalau murni kapitalisme atau pasar ya sudah akhirnya gegeran kita ini betul-betul yang kaya jadi kaya sedangkan yang miskin tambah ajur. Makanya salah satu alternatifnya menuju penguatan ekonomi tadi ya Kopwan Syariah itu,” terang Gus Ipul.

Gus Ipul pun membenarkan, sekarang ini ada perkembangan ekonomi yang menakutkan pasca reformasi dan arus globalisasi.

Ada regulasi yang sedikit tidak terkendali sehingga sistem ekonomi pun melaras pada ekonomi berbasis pada pasar atau liberalisme. Kalau sistem ekonomi sedemikian ini diserahkan ke pasar pasti akan terjadi ketimpangan yang makin hari makin merusak tatanan ekonomi kerakyatan.

Untuk membentengi terjadinya praktek ekonomi liberal menurutnya sudah tepat jika koperasi hadir dan terus berkembang. Terlebih koperasi berbasis manajemen atau dengan pola syariah seperti yang telah diprogramkan melalui besutan Pemerintah Propinsi (Pemprop) Jawa Timur sekarang ini.

“Seperti yang dikatakan Bung Karno saat itu ekonomi yang baik harus berbasis kerakyatan sehingga kesenjangan akan bisa teratasi. Dan sekarang ini implementasinya adalah hadirnya koperasi itu nanti,’ jelas Gus Ipul.

Diakuinya, pemaparan tentang penguatan ekonomi mikro koperasi yang telah disampaikan akan mampu menstimulasi peningkatan program inklusi keuangan di Jawa Timur.

Tandasnya lagi, para pengurus koperasi syariah yang telah dikumpulkan tersebut memang sengaja didatangkan dari berbagai daerah yang telah mendapat bantuan modal bentuk dan hibah dari Pemprop Jawa Timur.

Diharapkan, hadirnya para pengurus Kopwan Syariah secara bertahap akan mampu memperbaiki tata kelola dengan berinovasi terhadap produk. Memang sekarang ini hampir 70 persen dari modal dimanfaatkan atau dikembangakan dalam bentuk simpan pinjam. Namun Gus Ipul meyakini melalui motivasinya setiap koperasi yang terbentuk akan menambah produk yang ada. Sasaranya akan tercipta percepatan diversifikasi usaha sebagai bagaian dari Kopwan Syariah.

Kemudian, acara sosialisasi pembinaan koperasi  diawali dengan perjanjian naskah kerjasama antara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur I Made Sukarta dengan Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Timur diwakili Diana Sutedja, tentang Penguatan Taya Kelola Koperasi dan UMKM di Jawa Timur.

Sementara itu Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, program inklusi keuangan yang perlu diperhatikan khususnya  tentang koperasi wanita dan perkembangannya di Kabupaten Ngawi mengalami kenaikan dari per tahunya. Tercatat di tahun 2009 ada 121 koperasi dengan modal Rp 9,8 miliar dan sekarang mampu berkembang mencapai Rp 19,8 miliar.(dik/kanalponorogo.com)

LEAVE A REPLY