Hadapi Ramadhan dan Lebaran, Bupati Pacitan Sidak Pasar 

Bupati Indartati bersam dinas terkait Sidak Pasar Arjosari ( foto : kanalponorogo.com)
Bupati Indartati bersam dinas terkait Sidak Pasar Arjosari ( foto : kanalponorogo.com)

KANALPACITAN-Menghadapi bulan Ramadhan dan menjelang lebaran, Bupati Pacitan, Indartato melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Arjosari, Pacitan, Kamis(09/06/2016). Digelarnya sidak pasar ini adalah untuk mengetahui secara riil harga sembilan bahan pokok.

Selain Bupati Pacitan Indartato dan Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo, turut dalam sdiak pasar tersebut yaitu Kadiskoperindag Pacitan Supomo, Kadis Tanaman Pangan dan Peternakan Pamuji, Kadis Perikanan Kelautan Yunus, Ka Kantor Ketananan Pangan Mulyadi, Camat Arjosari M Tofan, Danramil 0801/03 Arjosari Kapten Inf Suyatno, Kabag Humas  Kardoyo dan Kabid Perdagangan Ny. Beni.

“Hari ini kita gelar sidak pasar, dengan tujuan untuk mengetahui secara riil harga sembilan bahan pokok dipasaran pada bulan Ramadhan dan menjelang datangnya lebaran, sehingga kita bisa mengantisipasi dan mencari solusi agar harga sembako dipasaran tidak memberatkan rakyat,”ucap Bupati Pacitan Indartato.

Dari pantauan harga masih didapati harga daging ayam kisaran Rp 35.000 hingga Rp.  40.000, daging sapi kisaran Rp 130.000 hingga Rp 135.000. harga ikan laut masih stabil dan harga bahan pokok lainya standart.

“Bawang merah turun paling tajam dari 3 hari lalu Rp 36 ribu per kg, kini jadi Rp 28 ribu–Rp 29 ribu per kg. Lalu, bawang putih dari Rp 34 ribu per kg, jadi Rp 31 ribu-Rp 32 ribu per kg. Gula pasir alami sedikit penurunan dari Rp 16.500 per kg, kini Ro 16 ribu per kg,” jelas Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan setempat Hari Purwantoro, dihubungi melalui ponselnya.

Untuk minyak goreng curah masih stabil Ro 11 ribu per liter, tambahnya, pantauan sulit dilakukan terhadap pedagang daging sapi.

“Mereka berikan keterangan berbeda, jika petugas dari dinas datang mensurvei. Kepada petugas disampaikan harga daging sapi Ro 130 ribu per kg, tapi saat ada konsumen membeli dihargai Rp 135 ribu per kg,” ujar Hari lagi.

Dari keluhan masyarakat diketahui karena adanya kendala sarana transportasi yaitu kususnya jembatan Gemaharjo yang tidak bisa dilalui kendaraan besar, sehingga menimbulkan kenaikan harga sembako yang di pasok dari luar Pacitan. (bc/kanalponorogo.com)

LEAVE A REPLY