Kasek dan Bendahara SMKN 1 Kare Dicopot

KANALMADIUN-Kepala SMKN Kare 1 Sardjono resmi dicopot dari jabatanya,  sejak 16 Maret lalu dan dipindah ke Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Madiun.

Selain itu Dindik juga mencabut surat tugas Kasmo, bendahara SMKN Kare 1. Ia kini dikembalikan ke tempat tugasnya semula di SMKN 1 Wonoasri.

Kadindik Kabupaten Madiun Suhardi menegaskan, keputusan untuk menarik Sardjono dan Kasmo ini untuk menyelamatkan masa depan murid dan menjaga kondusifitas di lingkungan SMKN 1 Kare.

‘’Agar tidak merugikan siswa dan masyarakat di Kare, saya ambil tindakan tegas untuk membebaskan keduanya. Saya tidak mau masalah ini makin menjadi runyam. Jadi keduanya memang harus ditarik, sebab kalau masih tetap di sana nanti bisa macam-macam,’’ tandasnya, Kamis (17/3).

Keputusan ini diambil, tambahnya, untuk memberi ruang bagi Sardjono dan Kasmo. Sebab dugaan pungutan liar (pungli) mencuat belakangan ini mengancam keduanya dikenai pelanggaran disiplin. Sesuai PP 53 Pasal 13 karena menyalahgunakan wewenang dan menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

‘’Pasal 27 dalam PP 53 itu juga mengamanatkan agar PNS  diduga melakukan pelanggaran disiplin dan kemungkinan akan dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dapat dibebaskan sementara dari tugas jabatannya. Dalam rangka kelancaran pemeriksaan,” ujarnya lagi.

Kini tampuk kepemimpinan Ka SMKN Kare ,  dipegang Pengampu Tugas Sekolah Nyono secara Pelaksana Tugas (PlT). Sedangkan untuk mengganti kepemimpinan Sardjono secara definitif masih menanti keputusan dari Bupati Madiun Muhtarom.

‘’Pengisian jabatan kasek itu prosesnya harus melalui keputusan Pak Bupati. Karena hanya beliau yang berhak mengangkat guru untuk mendapatkan tugas tambahan menjadi kasek,’’ jelasnya.

Tak lupa, Suhardi menghimbau kepada seluruh siswa SMKN 1 Kare untuk tetap tenang di tengah badai persoalan yang menerpa sekolahnya ini. Ia pun meminta dukungan kepada seluruh masyarakat agar problem yang terjadi ini tak sampai mengganggu pelaksanaan ujian nasional (Unas) nanti.

‘’Saya atas nama Kadindik mengharap dan memohon doa dari seluruh masyarakat di Kabupaten Madiun. Mudah-mudahan tahun kualitas kita tidak jauh dari sekolah lain, jika perlu menjadi mercusuarnya Jatim,’’ ujarnya.(as/kanalponorogo)

LEAVE A REPLY