Kawanan Pencuri Bobol Kantor KSP, Gondol Puluhan Juta dan Laptop

KANALPONOROGO.COM, JOMBANG : Kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Jaya Makmur cabang pembantu Ngoro, yang ada di Dusun Katerban, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang Jawa Timur,  dibobol pencuri, Jumat (21/07/2017)’

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memasuki kantor dengan cara menjebol tembok bagian dapur kantor.

“Pelaku masuk dalam kantor dengan cara menjebol tembok bagian dapur,” kata Abdul Mujib (33), koordinator KSP Bangun Jaya Makmur saat ditemui awak media.

Masih menurut penjelasan Mujib, peristiwa pencurian dikantornya baru diketahui saat pembantu kantor bernama Nanik Sumariyati (44), membuka kantor untuk bersih-bersih.

Ketika berada di dapur, Nanik terkejut melihat tembok dalam keadaan jebol dengan lebar sekitar 70 sentimeter.

Lebih lanjut saat diteliti, ternyata pintu antara dapur dengan ruang tengah juga terbuka bekas dicongkel.

Tidak hanya itu, pintu ruang dalam menuju kamar penyimpanan brankas juga dirusak.

“Begitu juga ruang penyimpanan brankas sudah berantakan. Sementara uang didalamnya lebih dari Rp 17 juta juga hilang,” ujar Mujib.

Mujib menambahkan, mengetahui kantor menjadi sasaran pencurian, Nanik segera menghubungi pimpinan kantor untuk melaporkan peristiwa yang terjadi.

“Ternyata setelah diteliti, tidak hanya uang tunai saja yang hilang. Tapi tiga unit laptop masing-masing dua unit bermerk Asus dan satu unit bermerk Acer juga hilang. Kasus ini oleh pimpinan langsung dilaporkan ke Polsek Ngoro,” paparnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Jombang, Iptu Subadar saat dikonfirmasi terkait pencurian KSP, pihaknya menyatakan jika pasca laporan, tim identifikasi dari Satreskrim Polres Jombang bersama petugas Unit Reskrim Polsek Ngoro langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari luar pagar tembok sisi barat ditemukan tumpukan ban yang diperkirakan sebagai sarana memanjat untuk masuk ke dalam pagar dan baru kemudian menjebol tembok dapur untuk masuk dalam kantor,” ungkap Subadar.

Masih menurut Subadar, aksi pencurian diperkirakan dilakukan lebih dari dua orang pelaku.

“Mereka diperkirakan menggunakan sarana linggis kecil, palu dan betel. Alat tersebut digunakan untuk menjebol tembok serta merusak pintu dan brankas. Saat ini kasus perampokan masih dalam penyelidikan. Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 27 juta,” pungkasnya.(elo)

 

LEAVE A REPLY