Kejari Ngawi Telusuri Tersangka Baru Proyek Pamsimas

YA ditahan Kejari Ngawi (foto : kanal ponorogo)
YA ditahan Kejari Ngawi (foto : kanal ponorogo)

KANALNGAWI-Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi getol telusuri kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Penyedia Air Minum dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Pamsimas) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat senilai Rp 845 juta bersumber APBN tahun 2014.

Saat ini, penyidik Kejari baru menetapkan satu tersangka, yakni YA (47), selaku direktur CV Prima Artha atau pelaksana proyek.

“Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan ulang terhadap semua saksi. Setelah itu pemberkasan dan baru dilimpahkan,” kata Kasi Pidsus Kejari Ngawi I Ketut Suarbawa melalui via cellular.

Ketut menuturkan, jika pekan lalu pihaknya telah memeriksa sebanyak 13 saksi dari, diantaranya, PPK Proyek PAMSIMAS Kurniawan Arif, Pejabat Penerbit SPM Sugianto, Staf Teknis Pengelola Kegiatan Muhadi Nanang, Staf Pengelola Adminitrasi Kegiatan Edy Wiyono, Bendahara Pekerjaan Tri Suwanti, dan panitia penerima barang Sri Purwanto, Fasilitator Pekerjaan Rina Dwi. Kades Begal Yusuf Setiyono, Kades Ngale Ian Teguh, dan Kades Jatimulyo Suhariyanto.

Kemudian, tiga Ketua Tim Kerja Masyarakat (TKM), diantaranya, Ketua TKM Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar Suradianto, Ketua TKM Desa Ngale, Kecamatan Paron, Bambang Sulistyo, Ketua TKM Desa Jatimulyo, Kecamatan Mantingan, Nyono.

“Semua sudah kami periksa pekan lalu. Rencananya, pekan depan akan kami periksa lagi termasuk fasilitator pekerjaan yang sudah kami periksa dua kali. Karena setelah kami evaluasi, masih ada beberapa keterangan yang kami butuhkan,” terangnya.

Lebih jauh, dikatakan Ketut, jika kasus dugaan korupsi proyek pembangunan PAMSIMAS segera memasuki tahap pelimpahan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya. Pun, pihaknya masih terus melakukan pengembangan mendasar alat bukti dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Prosesnya terus berjalan, pengumpulan alat bukti terhadap tersangka termasuk pengembangan. Apakah ada pihak-pihak lain yang memang harus dimintai pertanggungjawabannya dalam kasus ini,” ungkapnya.

Ditegaskan, bahwa tim penyidik Kejari Ngawi serius menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembanguanan PAMSIMAS. Menurutnya, kalau alat bukti cukup bahwa ada pihak lain yang benar-benar menyebabkan kerugian negara, pihaknya bakal menetapkan tersangka baru.

“Kalau alat buktinya cukup kenapa tidak, yang penting kita tidak mendzalimi orang dengan cara mengkriminalisasi. Misalnya, hanya karena opini masyarakat tanpa ada argumentasi hukum yang jelas kemudian prosesnya dipaksakan, itu yang tidak boleh,” tandasnya.

Sekedar diketahui, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi baru menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi PAMSIMAS milik Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat senilai Rp 845 juta bersumber APBN tahun 2014.

Direktur CV Prima Artha YA (47), ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan UU RI nomer 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomer 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 1 ayat 1 dan pasal 3. (dik/kanalponorogo)

 

LEAVE A REPLY