Kementerian Koperasi dan UKM Gandeng BRI Salurkan KUR 2016

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM Di Ngawi dalam program KUR (foto :dik/kanal ponorogo)
Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM Di Ngawi dalam program KUR (foto :dik/kanal ponorogo)

KANALNGAWI-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menegaskan pihaknya akan fokus mencapai target penyaluran KUR 2016 sebesar Rp100 triliun terlebih dahulu dan melakukan langkah-langkah percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Setelah itu, target mulai mencapai 100 persen, baru dirasa menjadi momen yang pas untuk mengkaji kemungkinan menaikkan target KUR seperi yang dikemukakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penegasan Menteri Koperasi dan UKM tersebut disampaikan saat menghadiri program percepatan penyaluran KUR 2016 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jum’at (19/02).

Sekarang ini kata Puspayoga, Kementerian Koperasi dan UKM sengaja menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) setelah melalui proses di OJK guna mempercepat penyaluran KUR diseluruh kalangan masyarakat pengusaha kecil. Apalagi di Kabupaten Ngawi sendiri keberadaan BRI sangat strategis dalam pengucuran permodalan dengan suku bunga 9 persen per tahun.

“Dengan suku bunga KUR sekarang sebesar sembilan persen dan subsidi bunga dari pemerintah sebesar Rp10,5 triliun, kami harapkan penyaluran KUR bisa efektif dalam mencapai target. Makanya BRI kita libatkan karena diketahui di Ngawi ini pertumbuhan ekonominya baik ,” kata Puspayoga, Jum’at (19/02).

Jelasnya, pemerintah dibawah petunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mengurangi kemiskinan dengan menurunkan suku bunga per tahunya dan bisa sangat dimungkinkan tahun 2017 mendatang turun menjadi 7 persen. Tentunya pihaknya berharap, seluruh lapisan masyarakat di Ngawi mampu memanfaatkan KUR untuk menyehatkan usaha mereka.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Ngawi Budi Sulistyono, dengan adanya KUR melalui BRI secara otomatis memberikan ruang luas bagi dunia industri di skala mikro terutama home industri. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu takut dengan suku bunga yang ada khususnya program KUR di BRI.

Pada kesempatan kunjungan Menteri Koperasi dan UKM di BRI Unit Pasar Besar Jalan Diponegoro Ngawi selain disambut Bupati Ngawi juga dihadiri Erizal Wakil Pimpinan BRI Malang. Erizal menjelaskan, keberadaan BRI DI Jawa Timur memang dibagi menjadi dua wilayah kerja yakni Surabaya dan Malang. Sedangkan BRI Ngawi menjadi bagian dari otoritas BRI Malang.

Tambahnya, dalam penyaluran KUR 2016 wilayah kerja BRI Malang setiap harinya mampu melayanmi sekitar 1.300 orang dengan plafon anggaran Rp 23 miliar. Sedangkan untuk BRI Ngawi sendiri frekuensi pelayanan tentang KUR untuk per harinya tidak kurang dari 500 orang dengan budget Rp 6 miliar. (dik/kanalponorogo)

 

LEAVE A REPLY