Komite dan Kepala Sekolah Nglantur, Komisi D Geram

KANALPONOROGO-Komisi D Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Ponorogo geram terhadap kebijakan yang dibuat para kepala sekolah dan komite sekolah negeri di Kabupaten Ponorogo yang dianggapnya nglatur dan tidak mematuhi aturan dalam pelaksaan penerimaan siswa baru dengan melakukan pungutan.

Kegeraman ini terjadi karena ternyata para kepala telah membuat kesepakatan dengan komite sekolah. Keduannya telah membuat keputusan dengan menarik pungutan dari siswa baru, namun tidak melaporkanya ke kepala Dinas Pendidikan(Dindik) Kabupaten Ponorogo.

Padahal aturannya  Rencana Anggaran Program dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang mereka susun harus dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Dindik) untuk dilakukan ferivikasi.

Namun kenyataannya mereka justru malah terkesan nglantur dengan  tidak melaporkan bahkan melakukan pungutan kepada orang tua siswa tanpa persetujuan kepala dinas pendidikan.

Terkait dengan itu, wakil ketua komisi D DPRD Ponorogo, Ubail Islam mengatakan, untuk masalah ini pihaknya akan memberikan peringatan (warning) kepada kepala dinas pendidikan. Komisi D juga meminta kepada dinas pendidikan untuk segera melakukan ferivikasi terhadap RAPBS semua sekolah di Ponorogo. Komisi D memberi waktu 2 bulan untuk ferivikasi tersebut.

“Kami akan mengingatkan kepala dinas pendidikan dan memintanya agar segera melakukan ferivikasi terhadap RAPBS semua sekolah,”ucap Ubail Islam, anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Dikatakan Ubail Islam, langkah selanjutnya komisi D akan mengajukan revisi terhadap Perda Pendidikan. Revisi terutama untuk memasukkan nilai nominal pungutan yang jelas, sehingga tidak menjadi potensi adanya permainan.

Sementara itu pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas pendidikan, Suyono mengakui bahwa pihaknya telah diminta untuk melakukan ferivikasi terhadap semua RAPBS sekolah-sekolah di Ponorogo.

Suyono menyatakan masih punya waktu 2 bulan untuk melakukan ferivikasi, jika RAPBS yang  diajukan tidak sesuai maka akan dikembalikan.

“Kami telah diminta komisi D untuk melakukan ferivikasi terhadap RAPBS semua sekolah yang ada di Kabupaten Ponorogo,”ucapnya.

Disebutkanya, dari semua sekolah yang ada di Kabupaten Ponorogo hingga saat ini baru satu sekolah saja yang sudah berkonsultasi dengan Dindik.(K-1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here