Korban LedakanTangki Penguapan PG Pagotan Meninggal

Rumah duka

KANALPONOROGO.COM, MADIUN: Satu dari 3 korban ledakan tangki penguapan air masak lira(Evapurator) Pabrik Gula (PG) Pagotan milik PTPN XI di Kabupaten Madiun, Saudi(54) warga Desa Uteran, Kecamatan Geger, Madiun, akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Minggu (30/07/2017) malam.

“Saya semalam sudah menerima kabar meninggalnya saudara Saudi, korban ledakan evaporator PG Pagotan di RS Lavalet Malang. Sejak korban dirawat di Madiun hingga dipindahkan ke Malang, keluarga didampingi, lalu diberi bantuan dan santunan,” jelas Humas PTPN XI Brilliant Johan Anugrah, dihubungi melalui ponsel, Senin (31/07/2017).

Diketahui, evaporator PG Pagotan meledak Jumat (21/07/2017) sekitar pukul 21.15 malam, mengakibatkan 3 orang karyawan mengalami luka. Korban ledakan yaitu  Saudi (54) warga Desa Uteran, Kecamatan Geger, Heri Subiantaro (37) warga Desa Jatisari, Kecamatan Geger dan Lutfi Zaki Jauhari (40) Desa Jetis, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Korban Saudi mengalami luka cukup parah dan Heri hanya mengalami luka ringan masih dirawat di RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun. Kemudian keduanya dipindah ke RS Lavalet Malang. Sedangkan, Lutfi cukup dirawat di RSUD Dolopo Kabupaten Madiun. Sesuai rencana, Saudi akan menjalani operasi ke-3 hari ini (31/07/2017) di RS Lavalete.

Jenazah Saudi langsung dibawa ke Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, malam itu juga. “Jenazah Saudi sudah dimakamkan, pukul 02.00 dini hari tadi (Senin, 31/7),” ujar Sarno tetangga korban.

Saudi meninggalkan seorang istri bernama Murwati dan dua orang anak yaitu Nur Hasanah, (23) dan Umi Rohmah (27), kedua anaknya ini sudah bekerja di Gresik. Adik kandung Saudi, Taufik mengatakan kakaknya mengalami luka bakar hampir seluruh tubuhnya setelah terkena air gula di tabung evaporator.

Sebenarnya kondisi Saudi telah membaik beberapa hari sebelum meninggal dunia.  “Sejak dirawat di Malang, kami secara bergantian menjaga Saudi. Dan beberapa hari lalu memang kondisinya mulai membaik. Saudi bekerja di PG Pagotan sejak sebelum menikah atau telah bekerja lebih dari 30 tahun,” ujarnya.

Saudi merupakan karyawan kontrak di pabrik gula itu dengan sistem kerja pada saat musim penggilingan gula dimulai. Dia hanya bekerja saat musim penggilingan tebu saja. Sedangkan saat tidak musim penggilingan, Saudi bekerja serabutan sebagai kuli tani maupun kuli bangunan.

“Jadi kerjanya memang tidak setiap saat ada. Kalau musim tebu, baru kerja. Kalau tidak ada ya beralih kerjaan,” tandasnya.(abrien)

LEAVE A REPLY