Lembaga P3WP Kritisi PAD Pariwisata Pacitan

Sudarsono ketua Paguyuban Penggiat dan Pencinta Wisata Pacitan (P3WP)
Sudarsono ketua Paguyuban Penggiat dan Pencinta Wisata Pacitan (P3WP)

KANALPACITAN- Jumlah Kunjungan wisatawan di Pacitan dalam beberapa waktu terakhir tergolong menurun dibanding pada pada tahun 2015 lalu.

Ditengarai menurunnya jumlah kunjungan wisatawan yaitu terkendala rusaknya akses jalan arah Ponorogo masuk ke kota pacitan.

Penurunan jumlah wisatawan ini juga disampaikan, Kepala UPT Goa Gong dan Banyu Anget Dinas Pariwisata Pacitan, Tugrianto.

‘’Dalam kurun dua pekan ini memang ada penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung di sejumlah tempat wisata di Pacitan, seperti halnya, di Banyuanget. Biasanya waktu Sabtu dan Minggu ada beberapa bus pariwisata yang masuk di Banyunget, namun dua pekan ini hanya satu minibus (Elf) dan mobil pribadi kebanyakan itu berasal dari Ponorogo,’’ jelas Kepala UPT Goa Gong dan Banyu Anget, Tugrianto, Rabu ( 23/03/2016).

Lebih lanjut dijelaskanya,” penurunan jumlah wisatawan dua pekan ini tidak mempengaruhi target PAD dari sektor pariwisata tahun 2016 yaitu sejumlah Rp. 8,185,139,999,-. Sementara itu pencapaian PAD yang masuk dari bulan Januari sampai dengan Maret 2016 ini sebesar Rp.2.725.801.000,-. Sedangkan untuk tahun 2015 lalu targetnya Rp. 6.726.423.900,-. Kita sudah melampaui target yang telah ditentukan oleh Pemda Pacitan,’’ terang Tugrianto.

Di tambahkanya, dengan kerusakan jalur utama yang menghubungkan Ponorogo-Pacitan menyebabkan tidak bisa dilewati bus wisatawan, jika melewati jalur barat (Wonogiri) biayanya lebih tinggi. Namun untuk  wisatawan yang datang dari arah Solo melalui jalur Wonogiri-Pacitan tidak ada kendala.

“Untuk itu dimungkinkan tahun 2016 ini akses jalan sudah mulai dilakukan perbaikan  sehingga bus wisata bisa sampai lokasi wisata,’’tambah Tugrianto.

Terpisah, Sudarsono ketua Paguyuban Penggiat dan Pencinta Wisata Pacitan (P3WP) Pacitan, mengatakan, “ wisata Pacitan sangatlah berpotensi dibandingkan dengan obyek wisata kota lain. Jika pengelolaannya dan akses jalan lokasi wisata bisa di jangkau dengan mudah, mungkin akan lebih nyaman bagi wisatawan,’’ katanya.

Tak hanya itu saja, Sudarsono  juga mengkritisi masalah pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa melampaui target yang telah di tentukan oleh Pemda Pacitan.

“Kalau masalah mencapai target itu hal yang wajar, karena Pacitan sangat potensi dengan wisatanya. Yang perlu dipertanyakan yaitu terkait dengan kebocoran tiket masuk ke lokasi wisata, dan yang ke dua harus adanya sistim kerjasama dengan masyarakat tempat lokasi wisata. Lebih lagi, pariwisata Pacitan setidaknya hampir sama dengan pendapatan PAD RSU Pacitan dan kalau bisa melebihi pendapatan RSU,’’ pungkas Sudarsono.(Bc/kanalponorogo)

LEAVE A REPLY