Menghuni Lapas, Satu Pelajar Tak Bisa Ikuti UN

Panji saat berada diruangan yang disiapkan untuk mengikuti UN di Lapas (foto: kanal ponorogo)
Panji saat berada diruangan yang disiapkan untuk mengikuti UN di Lapas (foto: kanal ponorogo)

KANALPONOROGO-Seorang peserta Ujian Nasional (UN) 2016, Panji Trisakti (19) warga Desa Grogol, Kecamatan Sawoo terpaksa tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) di dalam Lapas kelas IIB Ponorogo, Senin (04/04/2016).

Pelajar yang tercatat sebagai siswa di SMK Kimia Sambit tersebut, terpaksa harus mendekam di Lapas Kelas IIB Ponorogo dikarenakan kasus pengeroyokan yang terjadi pada 20 Januari 2016 lalu.

“Ada satu siswa yang seharusnya mengikuti ujian nasional, namun terpaksa hari ini tidak bisa mengikuti, karena pihak sekolah baru bisa menyertakan yang bersangkutan untuk ikut UN asal diantar ke sekolahan. Kami juga telah berkoordinasi dengan sekolahan , namun pihak sekolahan tidak bisa menyelenggarakan di dalam Lapas,”ucap kepala keamanan Lapas kelas IIB Ponorogo, Suherwan.

Menurutnya, pihak Lapas juga telah menyediakan segala sesuatunya, temasuk ruangan khusus untuk diselenggaraannya Ujian nasional di dalam Lapas.

“Kita telah mempersiapkannya, termasuk ruangan khusus ini, bagaimana bisa melaksanakan, wong pihak sekolahan tidak ada yang datang ke sini, ya terpaksa dia ga bisa ikut ujian. Selain itu yang bersangkutan juga telah kita suruh belajar tiap hari untuk persiapan mengikuti ujian nasional tahun ini,”urai Suherwan.

Dijelaskanya, “yang bersangkutan saat ini masih berstatus tahanan titipan dari Pengadilan Negeri Ponorogo, jadi kami tidak bisa serta merta membawa tahanan keluar, karena harus mendapatkan ijin tertulis dari pihak Pengadilan Negeri Ponorogo,”terang Suherwan.

Terkait dengan tidak bisanya Panji untuk mengikuti ujian nasional tersebut, Ia mengaku sangat kecewa.

“Saya sangat kecewa mas, karena tidak bisa mengikuti ujian ini,”ucap Panji ditemui didalam lapas kelas IIB Ponorogo.

Dikatakanya, pihak sekolah sudah mengantar surat ke Lapas, akan tetapi ia tidak mengetahui bagaimana kelanjutan dari surat tersebut.

“Sekolahan sudah mengirim surat kesini, tapi kelanjutanya saya tidak tahu. Dan sampai sekarang ternyata dari pihak sekolah tidak ada yang datang kesini, sehingga terpaksa saya tidak bisa mengikuti ujian hari ini,”kata Panji.

Ia mengaku jika dirinya telah melakukan persiapan untuk mengikuti ujian nasional (UN) 2016 ini dengan memanfaatkan waktu didalam Lapas untuk belajar.

“saya sudah belajar terus disini, saya bawa buku-buku pelajaran untuk belajar, sudah siap mengikuti ujian tapi tidak bisa,”tegasnya. (wad/kanalponorogo)

 

LEAVE A REPLY