Menu Rica-rica Pak Menteri ESDM

kanalponorogo : Sudah hampir sebulan kondisi negara kesatuan Indonesia mengalami sedikit gangguan akibat tindakan agresif dari tokoh pintar, terbaik, dan terpilih negeri ini. Tindakan tersebut dilakukan oleh Menteri ESDM Sudirman Said atas pengaduan terhadap kasus Ketua DPR RI Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas pelanggaran kode etik. Tindakan agrseif itu berdampak pada kondisi ketatanegaraan Indonesia yang membuat rakyat juga merasa harus makan rica-rica ala Menteri ESDM dengan membuat orasi dan menuntut keadilan atas perilaku Setya Novanto. Hampir seluruh  pelosok negeri merasakan kegaduhan.

Atas laporan itu pak Menteri membawa barang bukti ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) demi memperlihatkan bahwasanya dirinya adalah “malaikat negeri ini” dimana demi kepentingan apapun langkah seperti ini merupakan langkah provokatif yang tak mempunyai azas demi persatuan Indonesia. Barang bukti (BB) flashdisk juga tidak baku. Selain itu masyarakat awam tidak menanyakan bagaimana pak Sudirman itu bisa dapat barang bukti (BB) dari Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia. Jika dia membicarakan lobby politik dan bagaimana kabar dirinya bisa kenal dengan Presdir PT. Freeport Indonesia Mahmoed Sjamsjoedin. Kejanggalan ini tak pernah disorot media justru semakin menyorot tajam ke lembaga tinggi negara, hubungan Menteri dan Presdir di tanyakan.

Tanpa memperhatikan aspek itu pak Sudirman tetap mengungkap kasus tak resmi Setya Novanto ke publik yang tetap menuntut keadilan dimana keadilan untuk kepentingan tidak jelas. Rakyat ikut-ikutan menuntut keadilan bahkan seolah-olah merasa kepedesan setelah makan rica-rica demi menuntut bentuk keadilan itu. Seluruh Indonesia ikutan marah dan justru sang Menteri Malaikat diam dan tidak memperhatikan aspek kepersatuan. Indonesia kacau selama satu bulan terakhir pak Sudirman tidak menghiraukan. Karena tugas menteri bukan menjaga kestabilan rakyat, sungguh lucu.

Tindakan agresif dari Menteri yang nyata-nyata diusut juga melakukan penyalahgunaan tugas dan kewenangan. Menurut pasal 17 ayat 3 Undang-undang Dasar RI tahun 1945 “Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintan”, nah lalu dengan perilaku seperti apakah merupakan tugas dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dengan semangat membara menginginkan sesuatu yang menghambat harus diperkarakan. Sungguh tindakan yang tidak perlu, dimana letak fungsi dan kewenangan menteri itu sendiri. Tanggapan masyarakat sudah pasti mengkehendaki sang menteri dimana pada dasarnya orang Indonesia merupakan orang yang cepat tersulut emosi tanpa berfikir apa yang dilakukan benar atau justru lebih menyimpang daripada yang diadukan. Patut dibilang Indonesia Darurat Menteri.

Alangkah baiknya jika pak Sudirman Said jauh lebih tenang serta tidak melakukan tindakan provokatif untuk masyarakat. Ketika emosi mendahului segalanya pada akhirnya akan menimbulkan masalah lagi dan membuat masalah itu menumpuk dan membebani pelaksanaan pekerjaan pemerintah. Jika menteri fokus akan kinerjanya dengan menjalankan tugas sesuai koridor jauh lebih bermanfaat untuk negeri yang membutuhkan perubahan. Bagaimanapun pula menteri merupakan seseorang tokoh yang pasti tindakannya akan ditiru oleh rakyat.

Kalau dari awal masalah ini tidak diungkap dipublik pasti konsentrasi pada penyelesaian masalah jauh lebih cepat dan akurat. Sudah banyak yang tahu ada badan lembaga tersendiri untuk menangani kasus etika itu sendiri. Jika kondisi kestabilan negara ini terjaga dengan otomatis pula rakyat berkeyakinan semua perubahan akan berjalan sesuai kapasitas dan waktu. Akhirnya rakyat jauh lebih terkendali daripada hanya membahas kasus yang sebenarnya sepele jika dilihat dari segi berlangsungnya percakapan antara Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia dan Ketua DPR RI Setya Novanto. Bukankah jauh lebih tepat ketika seseorang melakukan tindakan dengan visi misi intelejen.

Jika semua itu tersusun terencana dan rapi tentu akan membawakan dampak yang sangat impresif juga untuk ketatanegaraan Indonesia. Rakyat tidak perlu ikut makan rica-rica bahkan ikut juga meikirkan resep rahasia pak Sudirman Said itu. Setelah mengalami proses perkembangan kasus dari pak Setya Novanto apa yang boleh bisa dikatakan publik, dimana publik hanya melihat berjalannya proses dimana juga proses tersebut hanya bersifat maju satu atau dua langkah. Namun ketika Menteri ESDM langsung mengambil langkah tegas kepada pihak berwajib tentu masalah ini tidak akan berlarut-larut hingga saat ini.

Ketegasan seorang menteri sangat dibutuhkan dalam mengembangkan suatu masalah yang timbul. Bagamanapin juga agar rakyat bisa melihat seberapa besar komitmen dari menteri-menteri yang ada sekarang bukan hanya untuk semata mencari popularitas sesaat belaka yang pada akhirnya akan menjadi cambuk untuk menteri tersebut. Menteri yang diharapakan Indonesia saat ini adalah sosok menteri yang bisa bijak dalam bertindak dan tanggap terhadap situasi yang ada serta mempunyai ketegasan dalam menentukan semua kebijakan untuk melaksanakan sebagaimana tugas dan wewenang dari menteri tersebut.

Menjadikan pula kondisi Indonesia yang stabil, aman, dan kondusif dari masalah segelintir. Jauh lebih efektif ketika kita bersama-sama mengkondisikan semua aspek ketatanegaraan dengan jalan melanjutkan rencana program kerja untuk menjadi Indonesia yang hebat dan berintergritas tinggi dalam menciptakan rasa keamanan bagi seluruh rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Marilah kita tinggalkan saja masalah pelik karena sudah ada lembaga tersendiri yang mengurus kasus demikian dan mari kita lanjutkan serta dukung seluruh upaya perbaikan pembangunan Indonesia kedepan agar bisa bersaing dalam kancah apapun. Perjalanan masih panjang dan kita memang membutuhkan energi tapi bukan untuk mengisi energy yang merusak sistem metabolism dalam tubuh. Kuatkan fisik dan mental pada diri seluruh rakyat Indonesia ini.

Penulis : Adji Samudera Trisnatyan Pamadi

(Mahasiswa Fak. Hukum Univ. Muhammadiyah Ponorogo)

 

LEAVE A REPLY