Polres Madiun Ungkap Peredaran Narkoba Yang Dikendalikan Dari Lapas

Polisi tunjukan barang bukti
Polisi tunjukan barang bukti

KANALMADIUN-Narapidana di Lapas Kelas I Madiun diduga sebagai pengendali peredaran sabu di Kota Madiun. Hal ini, terungkap berkat tertangkapnya 2 orang kaki tangan sekaligus pengedar sabu di Kota Madiun. Keduanya ditangkap beberapa hari lalu dengan barang bukti (BB) total hampir mencapai 2 ons sabu atau tangkapan terbesar diperoleh selama ini.

Dari keterangan KA (30) warga Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dan BW warga Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, sabu diperoleh dari seorang tidak dikenal.

Sebelumnya, mereka kontak dengan pria julukan Kodok narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas I Madiun.

“Kami membuntuti kedua oramg itu sejak setahun lalu, keduanya tergolong licin. Suatu ketika, kami mendapat informasi Kris menerima kiriman sabu atas perintah Kodok sekitar pukul 18.10. Tidak ingin sabu beredar, kami langsung gerebek rumah Kris, hasilnya mendapat sejumlah BB tergolong banyak,” jelas Kasat reskoba Polres Madiun Kota AKP Sukono.

Dari rumah Kris petugas mendapat BB sebanyak 2 paket besar yaitu 94,56 gram dan 100,32 gram, peralatan timbang elektronik, ponsel, buku tabungan dan lainnya. Selang beberapa jam atau sekitar pukul 23.30, petugas menangkap Bam di Gang Bulu, Jalan Mayjend Sungkono, didapati 4 paket kecil sabu total 2,28 gram, kemudian dilakukan pengeledahan dirumah juga didapati BB lain disita petugas.

Keduanya mengakui selama ini menjadi kaki tangan dari Kodok, sekaligus pengedar sabu dan hasil penjualan dimasukan dalam suatu rekening tabungan satu bank swasta. Buku tabungan milik Kris diatasnamakan sendiri, sedangkan Bam atas nama istrinya dan ditemukan beberapa kali transaksi perpindahan uang.

“Kami sejauh ini belum melakukan pemeriksaan terhadap Kodok, dalam waktu dekat pemeriksaan dilakukan. Bisa jadi minggu depan Kodok, kami periksa untuk dimintai keterangan dan dikonfrontir dengan 2 orang kaki tangannya. Atas perbuatannya, kedua pelaku bisa dijerat sejumlah pasal dalam UU Nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5-10 tahun penjara,” ujar AKP Sukono lagi.(wad/kanalponorogo)

 

LEAVE A REPLY