Polres Tulungagung Amankan Benda Yang Diduga Berisi Bom di Rumah Aspirasi

tas yang diduga berisi bom ditemukan di halaman rumah sapirasi anggota DPR-RI asal Tulungagung foto : kanal ponorogo
tas yang diduga berisi bom ditemukan di halaman rumah sapirasi anggota DPR-RI asal Tulungagung foto : kanal ponorogo

kanalponorogo : Warga Jalan Wahidin Sudirohusosdo, Kelurahan Kenayan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung digemparkan dengan temuan tas yang diduga berisikan bom dihalaman rumah milik Arteria Dahlan, anggota DPR-RI dari PDIP asal Tulungagung, Senin(04/01/2016).

Temuan pertama kali diketahui oleh Sutrisno warga Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung  saat membuka pagar dan menemukan dua tas kecil yang mencurigakan yang diduga bom dihalaman rumah politikus PDI-P tersebut.

Sutrisno  kemudian melaporkan temuanya tersebut kepada  Susilowati (Anggota DPRD Tulungang) yang diberi wewenang atas rumah Sdr. Arteria Dahlan yang kemudian laporan diteruskan ke Polres Tulungagung.

Mendapati laporan tersebut,  anggota Satreskrim Polres Tulungagung tiba dilokasi dan langsung menghubungi  satuan Gegana Brimob 1 C Kediri untuk penanganan lebih lanjut.

“Sesuai prosedur, dan karena kami tidak tahu persis apa isi tas yang diduga bahan peledak, kami terpaksa meminta bantuan tim jihandak atau J-Bom Brimob Polda Jatim yang bermarkas di Kediri,” ucap AKBP FX Birawa Braja Paksa, dikutip dari Antara.

Satu regu anggota Brimob 1 C Kediri dipimpin Ipda Joko Widodo tiba dilokasi  dengan membawa perlengkapan alat penjinak bom. Dan setelah melakukan persiapan  dua  tas warna merah dan hitam yang diduga berisi bom diledakan dengan menggunakan mesin robot(disclupter).

Usai peledakan  selanjutnya dilakukan pemeriksaan yang ternyata keduanya berisi kaos warna putih, mantel, kaleng sarden, pasta gigi, botol minuman coca cola, kotak kardus nasi, plastik hitam & koran.

Kedua tas beserta isinya tersebut dibawa ke Mapolres Tulungagung untuk diamankan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang pasti tas ini sama sekali tidak mengandung bahan peledak. Isinya hanya pakaian bekas serta sampah plastik dan koran yang dimasukkan ke dalam dua tas, satu warna hitam dan satu lagi warna merah muda,” terang Birawa.

Selain mengamankan dua tas yang semula dicurigai berisi bahan peledak/bom dan memeriksa dua saksi pelapor, polisi sampai Senin sore masih berupaya melakukan pengembangan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian.(wad/kanalponorogo)

LEAVE A REPLY