Sambangi Rumah Pengungsi Sementara Pangdam V/Brawijaya Serahkan Bantuan

KANALIPONOROGO.COM: Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya Mayjend TNI Kustanto Widiatmoko sambangi pengungsi korban bencana alam tanah longsor yang mulai menempati barak sementara di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Senin(17/04/2017).

Ada sekitar 19 Kepala Keluarga(KK) yang sebelumnya mereka mengungsi diberbagai rumah warga serta rumah kepala desa setempat.

Datang dengan didampingi Komandan Korem 081/DSJ Madiun Kolonel Inf Piek Budyakto, Dandim 0802/Ponorogo, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan jajaran Forpimda Ponorogo, Pangdam menyempatkan melihat lokasi tanah longsor  dan berdialog dengan sejumlah pengungsi.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam menyerahkan simbolis bantuan aneka sembako, pakaian serta peralatan mandi kepada perwakilan pengungsi.

“Saya memastikan pengungsi mendapat tempat penampungan (relokasi) sementara yang layak huni,” kata Pangdam saat simbolis menyerahkan rumah relokasi sementara hasil pembangunan 120 personel TNI selama sepekan terakhir.

Ditegaskanya kesiapan TNI dalam membantu Pemkab Ponorogo dalam menyiapkan bangunan relokasi permanen untuk para pengungsi.

“Pada prinsipnya kami siap. Selain unsur kewilayahan, kalau nanti memang dibutuhkan unsur-unsur membangun hunian tetap dengan dukungan satuan zeni, kami akan siapkan,” ujarnya.

Saat ini pembangunan rumah permanen belum dimulai karena masih menunggu kebijakan dan hasil koordinasi dengan Pemprov Jatim.

“Dengan kebijakan pemerintah daerah yang tentunya juga akan menggerakkan warga dan tim relawan BPBD dalam program rumah relokasi permanen maka saya yakin pengerjaannya nanti akan lebih cepat selesai,” ujarnya.

Selain komitmen pengerahan personel TNI dari satuan zeni bangunan untuk pembangunan relokasi permanen 40 pengungsi, Pangdam juga menegaskan kesiapan mereka dalam membantu upaya BPBD Ponorogo dalam upaya normalisasi sungai Tangkil yang tersumbat lumpur.

BPBD Ponorogo saat ini masih mengajukan anggaran pembangunan rumah warga korban longsor dengan pengajuan anggaran Rp80 juta dan Rp160 juta, dengan proyeksi rumah tipe 48 untuk setiap KK yang mendapat jatah bantuan relokasi.(AD)

LEAVE A REPLY