Sidang DAK, Dengarkan Kesaksian Dari Cv Global Inc

lima orang dari cv global inc diambil sumpahnya untuk memberikan kesaksian atas terdakwa yusuf pribadi foto : kanal ponorogo
lima orang dari cv global inc diambil sumpahnya untuk memberikan kesaksian atas terdakwa yusuf pribadi foto : kanal ponorogo

KANALPONOROGO-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi( Tipikor) Surabaya gelar sidang kasus DAK Dindik Ponorogo atas terdakwa Yusuf Pribadi dengan agenda mendengarkan kesaksian dari CV Global Inc, Rabu(02/12).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengundang tujuh orang saksi, namun yang hadir hanya lima orang, yaitu Wiwin Nila Rulyanti, Tjipluk Sri Rejeki, Adi Ardyansah, Sigid Pramono, dan Tatang Smaitotok. Sedangkan dua orang atas nama Sarah Fentura(putrid dari Direktur CV Global Nur Sasongko) dan Sri Wahyuni (istri ketiga Nur Sasongko) tidak memenuhi panggilan untuk memberikan kesaksian dalam sidang tersebut.

“Dalam sidang kali ini, kita sengaja mengundang tujuh orang untuk memberikan kesaksian atas terdakwa YP, namun dua orang tidak bisa hadir,”ucap Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Heppy Alhabibi.

Satu orang saksi bernama Wiwin yang banyak dimintai keterangan terkait dengan aliran dana dari CV Global ke terdakwa Yusuf Pribadi, sedangkan yang lainya lebih mengarah pada tersangka ke 8 mantan wakil bupati Yuni Widyaningsih.

Dalam kesaksianya, Wiwin mengaku jika dirinya mendapatkan perintah dari Nur Sasongko untuk menyiapkan uang yang akan diserahkan kepada Yusuf Pribadi.

“Jadi saksi Wiwin ini diperintah oleh Pak Sasongko untuk menyiapkan uang. Dimana Pak Sas bilang ke Wiwin jika ada yang mau datang dari Ponorogo, belakangan diketahui yang datang tersebut adalah Yusuf Pribadi,’terang Heppy Alhabibi.

Terdakwa Yusuf Pribadi jalani sidang di pengadilan tipikor foto : kanal ponorogo
Terdakwa Yusuf Pribadi jalani sidang di pengadilan tipikor foto : kanal ponorogo

Dari keterangan Wiwin, ia telah tiga kali menyiapkan uang diantaranya dua kali berupa cek masing-masing bernilai Rp 150 juta dan Rp 250 juta dan satu kali berupa uang tunai sejumlah Rp 200 juta.

Baik yang berupa cek dan tunai yang telah disiapkan Wiwin tersebut oleh Nur Sasongko kemudian diserahkan kepada Yusuf Pribadi. Namun hingga digelar sidang Rabu kemarin, terdakwa Yusuf Pribadi bersikukuh hanya mengakui menerima uang dari Nur Sasongko yang dalam bentuk dua lembar cek senilai Rp 400 juta. Sementara yang berupa uang tunai tidak diakuinya.

“Berbeda dengan keterangan saksi, terdakwa Yusuf Pribadi hanya mengakui menerima uang dari Nur Sasongko senilai Rp 400 juta berupa cek yang pencairanya di sebuah bank yang ada di Ponorogo,”terang Heppy.(wad/kanalponorogo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here