Sinergitas Polri dan Kementrian agama dlm cegah timbulnya paham radikalisme.

KANALPONOROGO.COM-Penyebaran radikalisame dan terorisme menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Dari sekian upaya untuk membendung penyebaran paham radikal terorisme tersebut, mencegah merupakan upaya paling efektif.
“Mencegah jelas lebih baik untuk menanggulangi terorisme yang berkedok agama, dibandingkan harus menyembuhkan. Dari sisi agama, ada beberapa langkah yang dapat menangkal propaganda radikalisme terorisme tersebut,”

Wakapolsek Ngrayun aiptu suparnu aji bersama dgn kanit binmas Bripka Agus Prianto, sh dan karyawan kementrian agama (KUA) bpk. Suhardi melaksanakan silaturohmi kesalah satu tokoh agama ( tahmir masjid ) Nurul jibal Bpk. Sarwan di desa Ngrayun/Kec. Ngrayun 2/9/2019 pagi.Kegiatan silaturohmi ini dikandung maksud “kata suhardi” antara lain untuk meluruskan pemahaman ajaran agama dan menghindari kekeliruan yang sering terjadi. Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus saling bekerjasama untuk menangkal paham ini. Juga melakukan pencegahan dari dalam umat beragama sehingga benih-benih itu tidak timbul.

Bripka Agus Prianto, Sh menambahkan ” Apabila ada orang atau kelompok yang terjangkiti paham radikalisme, hendaknya dilakukan pendekatan keagamaan secara simpatik, sehingga dapat menyadarkan kelompok ini. Perlu juga diadakan ceramah dan diskusi-diskusi yang simpatik dengan kelompok-kelompok yang terkontaminasi oleh kelompok radikal,”

Paham radikalisme yang mengarah pada terorisme sebenarnya bukan masalah baru tapi telah terjadi pada awal perkembangan agama-agama dunia. Kelompok ini salah dalam memahami agama, sehingga mengarah pada radikalisme. Penyebabnya, sebagian karena pemahaman agama yang sempit dan dangkal. Sebab lainnya karena menggunakan agama untuk kepentingan-kepentingan pribadi, kelompok, atau kepentingan politik, imbuhnya( priy65 )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here