Tanah Bergerak di Talun, BPBD Datangkan Tim Geologi dari Bandung

Rekahan tanah melingkar sepanjang 500 meter di Desa Talun, Ngebel ( foto : kanal ponorogo)
Rekahan tanah melingkar sepanjang 500 meter di Desa Talun, Ngebel ( foto : kanal ponorogo)

KANALPONOROGO.COM : Gerakan tanah retak di Desa Talun, Kecamatan Ngebel kembali terjadi, Senin(18/04/2016) sekitar pukul 22.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menginformasikan kembali terjadi pergerakan tanah, Senin(18/04/2016) mulai pukul 21.00 WIB tanah di dekat retakan pertama mulai bergeser turun.

“Dari pantauan kami, semalam telah terjadi pergerakan tanah yang berada didekat retakan pertama, sehingga kami menghimbau kepada warga yang terdampak untuk segera mengungsi dan lebih waspada,”ucap kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Bediyanto.

Satu unit rumah telah dirobohkan guna mengantisipasi gerakan tanah yang terus terjadi. Dan rencananya hari ini akan kembali dirobohkan satu unit rumah yang berada didekat lokasi retakan tanah.

Saat ini BPBD Kabupaten Ponorogo telah membuka pos pantau di Balai Desa Talun dan memberikan bantuan untuk keperluan pengungsi berupa sembako, kasur dan selimut untuk kebutuhan pengungsi.

Sementara itu dapur umum masih belum dibuka namun warga melakukan pemenuhan kebutuhan makan memasak dirumah warga dengan dukungan logistik  dari BPBD Kabupaten Ponorogo. Selain itu pos kesehatan juga telah dibuka dengan layanan 24 jam yang berada di Polindes Talun yang di dukung dari PKM Ngebel dan RSUD Ponorogo.

Selain itu guna membantu masyarakat, hari ini BPBD akan mengerahkan seluruh potensi relawan guna membersihkan lokasi balai desa dan membuat sekat untuk TES warga yang terdampak atau mengungsi.

Untuk itu BPBD Kabupaten Ponorogo hari ini akan mendatangkan tim Geologi dari Bandung yang akan melakukan penelitian dilokasi gerakan tanah.

“Hingga tadi malam EWS Ekstensometer masih terus berbunyi dengan frekwensi yang berubah – ubah, dan hari ini kita masih menunggu kedatangan tim mitigasi dari Bandung untuk melakukan penelitian gerakan tanah,”terang Bediyanto.(wad/kanalponorogo)

 

LEAVE A REPLY