Warga Temukan Dua Jenazah di Lokasi Bencana Tanah Longsor Banaran

warga bersam petugas melakukan evakuasi temuan jenazah

PULUNG, KANALPONOROGO.COM: Seorang peladang menemukan kerangka jenazah di sektor B lokasi bencana tanah longsor, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jatim, Kamis(26/04/2018).

Ditemukanya dua jenazah tersebut pertama kali oleh Jarnu, warga setempat saat menggarap ladang miliknya. Saat berjalan hendak beristirahat, tak sengaja melihat sebuah benda yang dikiranya sepeda montor.

Jarnu kemudian berinisitif untuk menggali, namun betapa terkejutnya, ternyata benda tersebut adalah celana levis dan kerangka manusia bagian pinggang ke bawah kemudian.

Begitu menemukan kerangka tersebut, Jarnu kemudian melaporkan temuanya  ke Kades Banaran dan diteruskan ke Polsek pulung.

“Jadi ada salah seorang warga setempat yang berniat istirahat saat menggarap lading miliknya. Saat berjalan dia melihat sesuatu yang dikiranya sepeda motor, namun setelah digalinya ternyata adalah sebuah kerangka manusia,”ucap Kapolsek Pulung AKP Denny Fachrudianto.

Mendapati laporan tersebut, petugas dari Polsek Pulung langsung menuju ke lokasi temuan mayat tersebut. Dengan dibantu warga setempat, kemudian dilakukan penggalian. Yang kemudian ditemukan satu lagi kerangka didekat temuan mayat pertama.

Dua temuan jenazah tersebut, yang pertama diperkirakan berjenis kelamin laki-laki dengan ciri mengenakan sabuk warna hitam, celana jeans pendek warna biru tua, beberapa ikal rambut yang rontok dan celana dalam warna merah. Mayat ditemukan bagian pinggang ke bawah dengan posisi terlentang.

Sedangkan kerangka mayat kedua yang saat ditemukan dalam posisi terlentang, diperkirakan seorang perempuan , dengan mengenakan bra warna pink, baju merah bunga bunga, dan kerangka dalam kondisi utuh satu badan.

Setelah berhasil dievakuasi, dua kerangka mayat kemudian dibawa ke rumah sakit umum daerah Ponorogo guna dilakukan pemeriksaan.

Diketahui, bencana tanah longsor yang melanda Desa Banaran terjadi satu tahun yang lalu, tepatnya 01 April 2017.

Dalam kejadian bencana tanah longsor tersebut, sekitar 28 orang warga Banaran dinyatakan hilang dan meninggal dunia karena tertimbun material longsor.(KP-01)

LEAVE A REPLY