Waspada  DB, Dinkes Minta Masyarakat Effektifkan PSN Dan Larvasida

Nyamuk penyebar DB
Nyamuk penyebar DB

KANALPONOROGO-Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo terus meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit Demam Berdarah Dengau (DBD) pada masyarakat.

Pada bulan Januari 2015 ini data di Dinkes tercatat ada 92 kasus DB di seluruh  Kabupaten Ponorogo dengan kasus meninggal dunia 1 orang.

Jumlah tersebut turun drastis jika dibandingkan pada bulan Januari 2015 lalu yang mencapai angka 205 kasus. Untuk tahun 2016 ini, berdasarkan data yang masuk Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo ada 3 Puskesmas yang kasus DB nya cukup tinggi, yaitu Puskesmas Badegan dengan 15 kasus, Puskemas Mlarak 8 kasus dan Puskesmas Sukorejo 7 kasus.

Meski terjadi penurunan kasus DB pada Bulan Januari – Februari 2016 ini, namun Dinas Kesehatan tetap terus meningkatkan kewaspadaan.

Dinas Kesehatan dalam satu pekan ini  juga banyak mendapat laporan terkait penyakit DB oleh masyarakat. Dan ditindaklanjuti dengan Penyelidikan Epidemologi (PE).

Penyelidikan Epidemologi adalah salah satu syarat untuk melakukan voging. Artinya jika hasil penyelidikan menunjukkan 1 orang positif DB, 3 orang ditemukan suspek DB dan  20 rumah disekitarnya ditemukan jentik nyamuk Aides Aigepty lebih dari 5, maka sesuai SOP bisa dilakukan voging. Namun untuk mencegah serangan penyakit DB ini yang lebih effektiv adalah dengan cara Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) dan pemberian larvasida.

Larvasida dapat diperoleh masyarakat dengan meminta di Puskesmas-Puskemas terdekat.

Pelaksana tugas(Plt) Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Vifson Suisno melalui kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular ( P2PL), Dyah Ayu Puspita menjelaskan,”untuk mencegah penyakit demam berdarah salah satunya dengan penggunaan larvasida. Larvasida ini paling aman bagi manusia,”jelasnya.

Ditambkanya, penggunaan larvasida ini yaitu 10 gram dimasukkan ke dalam 100 liter air. Dan itu bisa didapatkan di Puskesmas- Puskesmas.

Sementara untuk pengasapan atau foging adalah merupakan tindakan alternatif terakhir. Pasalnya, jika terlalu sering dilakukan foging justru akan berbahaya bagi manusia.

Kandungan collin estrase dalam racun yang disemprotkan saat foging bisa masuk ke badan manusia. Dan akumulasi colin estrase di peredaran darah akan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.(wad/kanalponorogo)

 

LEAVE A REPLY