Home / Hukrim / News

Selasa, 12 Mei 2015 - 14:22 WIB - Editor : redaksi

Jual Drum Aspal Bekas, Nikmati Pensiun Dalam Penjara

KANALPONOROGO– Kejaksaan Negeri Ponorogo eksekusi Sarnoto (61) pensiunan Kabid Binamarga DPU Ponorogo lantaran telah menilep uang penjualan drum aspal bekas, Selasa(13/5/2015)

Sarnoto terpaksa menikmati masa pensiun di hotel prodeo setelah upaya badingnya ke Mahkamah Agung gagal.

Kepala Kejaksaan Negeri Ponorogo menyatakan, perkara yang menimpa Sarnoto terjadi saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum-Bina Marga Kabupaten Ponorogo. Perbuatan korupsi yang ditudingkan terjadi pada kurun waktu 2004 hingga 2006.

“Hari ini kami melaksanakan tugas eksekusi untuk saudara Sarnoto yang ternyata kalah saat melakukan banding dan kasasi. Setelah pekan lalu dia kami panggil dan ternyata cukup kooperatif, hari ini kita panggil lagi untuk kita masukkan ke penjara,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo Sucipto, Selasa (13/5/2015).

Dijelaskannya, pada 2004 DPU-BM menjual 1.065 buah drum bekas. Disusul tahun 2005 dengan 1.678 buah brum bekas dan pada 2006 sebanyak 4.441 buah drum bekas. Total drum bekas yang dijual selama tiga tahun tersebut adalah 7.184 buah.

Baca Juga :  Peringati Hari Narkotika, BNNK Trenggalek Ikrar Bersama Tolak Narkoba

Masing-masing penjualan dalam tahun-tahun itu menghasilkan uang sebesar Rp 7,65 juta, Rp16,78 juta dan Rp 44,41 juta. Totalnya mencapai Rp 68,84 juta.

Putusan Mahkamah Agung ( MA) yang sebenarnya sudah dilakukan sejak 5 september 2012 lalu, baru dirilis dalam pengumuman MA 15 April 2015 lalu. Dan baru dua pekan lalu surat itu dterima oleh Kejari Ponorogo selaku eksekutor.

“Putusannya ternyata sudah lama 5 September 2012 lalu. Dan pagi tadi terpidana Sarnoto kita eksekusi dengan memasukkan ke Rutan Ponorogo. Sebelumnya terpidana kita undang pekan lalu dan minta waktu hingga baru hari ini dieksekusi,” kata Kasintel Kejari Ponorogo, Agus Kurniawan.

Dalam amar putusan MA itu, Sarnoto dinyatakan bersalah melanggar pasal 3 juncto pasal 18 UU nomo 31/1999 tentang tindak pidana korupsi, juncto pasal 55 KUHP . Keputusan kasasi MA itu merupakan kelanjutan dari perkara yang mencuat pada kejadian 2006 lalu,  setelah divonis 9 bulan penjara dan denda Rp 5 juta oleh Pengadilan Tinggi di Surabaya 27 Maret 2010 lalu. Keputusan di tingkat banding ini menguatkan putusan Pengadilan Negeri Ponorogo  pada Maret 2010 lalu.

Baca Juga :  Longsor Memutus Jalan Antar Desa Talun-Gondowido

“Mengacu pada pasal 3 itu hukuman minimal adalah 1 tahun dan denda Rp 50 juta, jadi kalau sampai vonis di bawah itu, maka MA menganggap ada yang salah dalam putusan itu ( PT dan PN),” terang Agus.

Ditambahkanya, dalam kasus korupsi yang dilakukan terpidana bersama kawannya ( yang juga diproses hukum), telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 16 juta.

Terpidana dianggap menyalahagunakan jabatannya dengan menjual drum bekas aspal sebanyak 7.174 buah drum. Uang hasil penjualan yang seharusya diserahkan seluruhnya ke kas negara, oleh terpidana justru sebagian dipakai sendiri atau bersama-sama.(K-4)

Share :

Baca Juga

Militer

Anggota Satgas TMMD ke 106 Nikmati Manisnya Buah Nangka Desa Sooko

Militer

Sertu Suryadi Bendung Aliran Sungai Demi Petani di Desa Binaannya

Nasional

Menko Polhukam Terima Pernyataan Desakan Pembangunan Bandara Komersial

Militer

Windarti dan Sujinem Merasa Puas Dengan Hasil TMMD ke 106

Hukrim

Berkas Suwito Siap Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Mataraman

Tanggul Penahan Jalan Retak, Bahayakan Rumah Dan Jalur Nasional Ponorogo-Trenggalek

Mataraman

Di Duga Mengantuk Pengendara Sepeda Motor Terjun Ke Sungai

Hukrim

Tersangka Kasus Korupsi RSUD dr Harjono Jadi 5 Orang