Duka Keluarga Pasutri Asal Ngabar yang Jadi Korban Pesawat Sriwijaya SJ182

suasana duka di rumah orang tua korban yang berada di Desa Ngabar, Kecamatan Siman

KANALPONOROGO.COM: Baru dua pekan rumah yang berada di Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo itu didatangi tetangga dan handai taulan untuk melayat atas meninggalnya Ayahanda dari Mohammad Nur Kholifatul Amin.

Suasana duka masih belum hilang, begitu juga Mohammad Nur Kholifatul Amin bersama istrinya baru bertolak dari rumah orang tua mereka beberapa hari yang lalu.

Siti Markhamah, Ibunda Muhammad Nur Kholifatul Amin nampak terpukul. Ia hanya diam sambil melantunkan dzikir saat menerima tamu dan support dari sejumlah kerabat dan handai taulan yang datang.

Belum lama ditinggal pergi sang suami kini kabar pilu itu datang dari putra sulung dan menantunya. Pasca mendengar kabar pesawat Sriwijaya SJ-182 yang ditumpangi anak dan menantunya untuk kembali ke perantauan pasca melayat sang Ayah, hilang kontak usai 4 menit take-off dari Bandara Seotta, Sabtu ( 09/01/2021) sekira pukul 14.40 WIB.

Muhammad Nur Kholifatul Amin (48) dan Istrinya  Agus Minarni (47), seharusnya telah bertolak ke Pontianak dari Jakarta pada 5 Januari 2021 lalu. Namun ketatnya persyaratan sesuai protokol Covid-19 membuat penerbangan hari itu tak terkejar dan tiketpun hangus.

Setelah memenuhi syarat-syarat sesuai protokol kesehatan seperti hasil lab PCR dan sejenisnya. Akhirnya mereka menjadwalkan kembali penerbangan pada 9 Januari 2021 bersama Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182. Sebagaimana diungkapkan Khoirul Anam adik Muhammad Nur Kholifatul Amin kepada awak media, Minggu (10/1/2021).

“Berangkat dari Ponorogo tanggal 4, seharusnya tanggal 5 Januari terbang. Namun karena  peraturan di Kalimantan Barat diperketat  harus ada swab dan PCR  dan  hasilnya nunggu 3 hari akhirnya nginap di rumah temannya di Jakarta. Dan setelah 3 hari akhirnya berangkat tanggal 9 kemarin itu,” ungkap Khoirul Anam.

Berdasarkan data manifest yang dirilis dari Sriwijaya Air, Muhammad Nur Kholifatul Amin (48) dan Istrinya Agus Minarni (47) tercatat sebagai penumpang SJ-182 nomor 51 dan 52.

Muhammad Nur pulang ke kampung halamannya di Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten-Ponorogo, Jawa Timur dalam rangka takziyah sang Ayah yang baru saja berpulang pada 24 Desember 2020 lalu. Selama ini Muhammad Nur menetap di Kabupaten Mempawah-Kalbar dan berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah setempat sebagai pengajar.

Selain sebagai ASN, Alumnus Pondok Pesantren Walisongo Ngabar-Ponorogo ini juga mengajar di Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat

“Baru saja pulang kampung, ya dalam rangka takziyah bapak  yang baru saja meninggal dunia 2 pekan ini,” imbuh Khoirul Anam.

Diah Putri, adik Ipar Muhhammad Nur mengaku ia dan keluarga tak ada firasat apapun.  Muhammad Nur dan Istrinya Agus Minarni memiliki dua orang putra yakni Agus Nur Fauzan (21) saat ini menempuh pendidikan di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor semester 5, dan  Agus Nur Hafidz (17) masih menempuh pendidikan setara jenjang SLTA di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Saat ini keduanya terang putri sudah berada di Crisis Center Sriwijaya Air SJ 182 di Jakarta bersama dua paman mereka atau adik dari Muhammad Nur. Diantaranya untuk keperluan data antemortem dan sebagainya.

Sementara itu pihak keluarga belum dapat memastikan apakah kedua korban akan dibawa pulang ke Ponorogo atau ke Mempawah-Pontianak apabila telah ditemukan dan masih fokus untuk di crisis center dulu di Jakarta.

“Kedua putra beliau dan kedua adiknya saat ini sudah berada di Jakarta”, kata Putri.

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here