Home / News / Peristiwa

Senin, 13 Juli 2015 - 00:09 WIB

Depo Pertamina Madiun Siapkan Dua Kantung SPBU

KANALPONOROGO-Mengantisipasi meningkatnya permintaan BBM menjelang lebaran tahun ini, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina Madiun menyiapkan 2 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kantong di wilayah rawan kemacetan.

Dua lokasi ditunjuk yaitu jalur Saradan Kabupaten Madiun dan Bagor Kabupaten Nganjuk, untuk menyuplai SPBU terdekat.

Sales Eksekutif Retail Fuel Marketing Unit Pemasaran Wilayah V Depo Pertamina Madiun Anditya Anwar, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan BBM saat arus mudik-balik.  Apalagi, di sepanjang jalur Saradan, Kabupaten Madiun hingga Wilangan, Kabupaten Nganjuk rawan terjadi kemacetan.

“SPBU kantong dioperasionalkan sejak H-7 sebelum lebaran, sampai H+7 setelah lebaran,” jelasnya.

Menurutnya tidak menutup kemungkinan, jika permintaan tinggi, PT Pertamina Madiun kembali menambah jumlah pasokan bagi sejumlah SPBU sepanjang jalur itu. Saat ini, konsumsi BBM paling banyak di Kabupaten Madiun merupakan jalur mudik, TBBM PT Pertamina menyiapkan 32 ribu kilo liter BBM untuk satu tangki SPBU kantong.

Baca Juga :  Sepeda Motor Hantam Bus Berhenti di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri

“Jika dipandang perlu, kami pasti siagakan SPBU kantung, sebab jalur Saradan-Wilangan dikenal sebagai rawan macet dan kebutuhan BBM tinggi. Sedangkan, jumlah SPBUnya mulai dari Ngawi sampai kabupaten Madiun bagian ujung timur itu total ada 10, nah yang berada di jalur rawan macet itu hanya ada lima. Konsumsi paling banyak premium, jadi SPBU kantongnya nanti diisi premium,” ujarnya lagi.

Upaya lain dilakukan  PT Pertamina Madiun, tambahnya, untuk menjamin ketersediaan bahan bakar yaitu  meningkatkan pasokan, sejak Senin (6/7) lalu. Persediaan BBM jenis premium diklaim cukup aman untuk menyuplai 6 hari atau sebanyak 12 ribu kiloliter. Pertamax dipersiapkan 3.600 kiloliter untuk alokasi 12 hari, sedangkan persediaan solar ada 4.200 kiloliter untuk kebutuhan selama 7 hari.

Baca Juga :  Kasus DAK, Kejari Temukan Bukti Baru Tentang Peran YP

Selain itu, PT Pertamina juga menerapkan Fuel Sales & Distribution Management System (FSDMS), yakni sebuah sistem Otomatis untuk mengontrol stok BBM di masing-masing SPBU secara terintegrasi dengan proses pengirimannya.

“Jika tanda merah, berarti persediaan menipis atau meminta pengiriman, secepatnya diproses pengiriman, sedangkan tanda hijau berarti persediaan SPBU masih aman,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Madiun AKBP Yoyon Tony Surya Saputra mengatakan pihaknya juga melakukan pengamanan terhadap SPBU dijalur utama arus mudik-balik, guna menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman.

“Kehadiran petugas dapat memberikan rasa aman, terlebih lagi jika ada antrian pengisian BBM, personil diturun disesuaikan kondisi lapangan bisa 3-5 hingga lebih,” tandasnya.(K-1)

 

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Mahasiswi Mojokerto yang Terseret Banjir di Pasuruan Belum Ditemukan

Mataraman

Lomba Dongeng Cerita Rakyat Ponorogo Dalam Rangka Hut Yayasan Kemala Bhayangkari Ke 40 Polres Ponorogo

Birokrasi

Sidang Perdana Kasus DAK Dindik, Terkuak Nilai Bancaan Uang Negara

News

Rekom PKB Turun Untuk Amin-Agus

Mataraman

Polres Ponorogo Koordinasi dengan Bulog Efek Covid 19

Mataraman

Wakapolsek Sambit bersama Kanit Sabhara Mengecek dan Periksa Kendaraan Dinas Polsek Sambit

Birokrasi

Kakanwil Kemenkumham Jatim Resmikan Kanim Kelas III Ponorogo

Hukrim

PT DGI Kembalikan Uang Negara Kasus Korupsi Pembangunan RSUD