satpol pp ponorogo iklan sosialasi gempur rokok ilegal-kanalindonesia

Home / Birokrasi / News

Sabtu, 31 Oktober 2015 - 14:41 WIB

Di Ngawi, Menristekdikti Panen Perdana Sidenuk

KANALPONOROGO-Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Muhamad Nasir melakukan panen perdana hasil pengembangan padi unggul varietas Sidenuk di Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (31/10).

Ditempat yang sama, juga dilakukan Iseminasi Buatan (IB) Sexing pada sapi untuk menghasilkan peranakan unggul seperti Sapi Sumba Ongole (SS0) dan jenis Limousin.

Terkait panen padi perdana Muhamad Nasir mengatakan, bibit padi Sistem Dedikasi Nuklir (Sidenuk) merupakan hasil riset dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melalui sistem iradiasi yang telah sukses untuk masuk ke kawasan industri yakni petani.

“Sidenuk ini merupakan hasil skala riset yang sudah berhasil sehingga sekarang ini bisa masuk langsung ke petani untuk dikembangkan. Maka harapanya masyarakat bisa memanfaatkan hasil penelitian yang dilakukan lembaga riset tersebut,” jelas Muhamad Nasir, Sabtu (31/10).

Klaimnya, padi Sidenuk memang cocok ditanam pada lahan sempit sempit demikian pula tidak tergantung pada musim tanam. Demikian pula bahwa pemanfaatan iptek di sektor pertanian akan memberi dampak yang signifikan, terbukti pada panen padi Sidenuk dengan teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) setiap 1 hektarnya akan mampu menghasilkan 11,09 ton.

Baca Juga :  Embat Sepeda Gunung, Mahasiswa di Ponorogo Ini Berurusan Dengan Polisi

Tentunya jelas Menristekdikti, padi Sidenuk yang baru dipanen di Desa Teguhan untuk sebisa mungkin menjadi bibit agar dapat dimanfaatkan petani lainya agar optimalisasi produksi tercapai. Ujarnya lagi, padi Sidenuk akan terus di boomingkan ke petani karena mempunyai beberapa keunggulan antaranya adalah ketahanan terhadap wereng strain 1, 2 dan 3, potong leher dan hawar daun.

Selain itu, melalui BATAN sekarang ini juga dilakukan riset padi Mugibat (Mutasi Unggul Iradiasi Batan). Varietas ini merupakan hasil mutasi dari varietas Cimelati yang dilepas BP Padi Departemen Pertanian pada tahun 2003 lalu. Mugibat juga punya rasa pulen serta kwalitas sama dengan Sidenuk. Tetapi untuk lahan kering juga ada varietas Gogo yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dimana hasilnya dapat 4-6 ton per hektar.

Sedangkan mengenai sapi pada umumnya hanya seberat 250-300 kilogram namun setelah adanya IB Sexing Sapi ketika peranakanya sudah berumur 2,5-3 tahun beratnya akan mampu 550-600 kilogram sedangkan Limousin akan tembus pada berat 1 ton lebih setiap ekornya. Muhamad Nasir dengan adanya dua inovasi terbarukan tersebut baik padi unggul maupun sapi unggul hasilnya akan sesuai target menuju program swasembada pangan di tahun 2019 nanti.

Baca Juga :  Terminal Seloaji Pinjam Landasan ke Provinsi

“Di Bali, Nusa Tenggara sudah kita dorong terus untuk sukses seperti targetnya. Untuk Jawa Tengah sudah swasembada pangan dan di Jawa Timur ini mudah-mudahan segera menyusul itu harapan kita,” tegas Menristekdikti.

Ditempat yang sama, Pj Bupati Ngawi Soedjono ketika mendampingi Menristekdikti Muhamad Nuh menerangkan saat ini hasil riset baik dari BATAN maupun LIPI sebisa mungkin untuk dikembangkan di daerah secara komperhenship agar petani langsung merasakan dampak program itu.

“Ngawi ini kan sudah dikenal menjadi bagian daerah sebagai lumbung padi di Jawa Timur. Adanya Sidenuk teknologi terapan dari BATAN itu sebagai pintu suksesnya petani di Ngawi ini. Kalau itu mampu dikembangkan terus oleh petani saya yakin Ngawi akan menggeser daerah lain dalam hal penghasil padi khususnya di Jawa Timur,” pungkas Soedjono Pj Bupati Ngawi. (dik/kanalponorogo)

Share :

Baca Juga

Militer

Di Lokasi TMMD Ke 106, Anggota Yonif 511/DY Tetap Laksanakan Binsik

Hukrim

Bejat, Warga Pulung Setubuhi Anak Kandungnya

Headline

Baksos Polsek Ngrayun kepada Warganya yang terdampak Covid-19

Militer

Tong Sampah Permanen Hasil Over Prestasi TMMD ke 106 Hari ini Selesai Dicat

Mataraman

Berniat Cari Madu,Warga Temukan Mayat Tanpa Indentitas

Peristiwa

Kebakaran Hanguskan Rumah Nenek Sebatang Kara

Militer

Ceramah Bintal TMMD ke 106, Lettu Inf Mashuri Jabarkan Nilai-Nilai Pancasila

Mataraman

silaturahmi sekaligus menjenguk Pimpinan Ponpes Arrisalah