SURABAYA, KANALPONOROGO.COM: Komisi A DPRD Jatim meminta panitia pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS II di Graha Unesa Surabaya, Senin (20/9/2021) untuk mengkaji ulang hasil pelaksanaan tes tersebut, karena munculnya troble server secara nasional yang dinilai berpotensi merugikan para peserta tes.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediansyah mengatakan bahwa komisinya mendapat banyak keluhan terkait server yang mengalami gangguan saat pelaksanaan tes CPNS itu. Bagi komisi nya ini sebuah insiden yang harusnya tidak terjadi jika pihak Panitia mengantisipasinya. Pasalnya pihak provider yaitu Telkomsel sudah memberitahu bahwa akan ada gangguan jaringan 2-3 hari selama pelaksanaan tes tersebut.

“Tapi rupanya ini tidak diperhatikan. Harusnya diantisipasi dan tidak dipaksakan. Kan sudah ada pemberitahuan. Karena ini persoalan selektifitas bagi para calon , jadi agar dapat keadilan yang sama harus dikaji dulu apakah ini bisa dilanjutkan atau tidak. Yang terjadi kan kemarin ternyata troble ditengah perjalanan tes itu,” kata Politisi Gerindra itu, Selasa (21/9/2021).

Untuk itu lanjut pria yang selalu tampil rapi ini, karena ini adalah menyangkut nasib peserta, maka Komisi A meminta agar dikaji ulang, “Banyak keluhan keluhan dari peserta bahkan mengisipun terjadi loncatan loncatan dari nomer ke nomer , dan ini otomatis mempengaruhi dari penilaian itu. maka kami minta dikaji ulang untuk sesi kedua kemarin,” tambahnya.

Bagi Komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini, pelaksanaan itu tidak bisa menjadi ukuran penentuan penilaian terhadap peserta. “Untuk itu kami berharap, mengacu pada sistem hak dari para peserta yang sama jangan sampai gangguan server ini mempengaruhi penilaian terhadap pelaksanaan CPNS yang tterjadi pada kemarin panitia harus betul betul menyeleksi atau mengamati bahkan mengevaluasi karena jangan sampai trobel nya server ini merugikan bagi peserta CPNS yang kemarin. Harus ditinjau ulang bilamana memang banyak ganjalan atau kendala yang mempengaruhi penilaian terhadap peserta kemarin seyogyanya panitia menyelenggarakan tes ulang akibat trobel tersebut, ” lanjutnya.

Untuk memastikan hasil tes SKD CPNS benar benar tidak merugikan para peserta CPNS karena insiden server troble ini, maka Komisi A DPRD Jatim akan mengundang BKD ke komisinya. “Kami akan memanggil BKD selaku panitia untuk mempertanyakan perihal gangguan server tersebut, karena komisi A berharap jangan sampai ada para calon PNS itu yang merasa dirugikan , bukan karena faktor ketidak mampuan tapi karena dampak dari human server eror itu,” pungkasnya.

Sebelumnya saat sidak pada pelaksanaan tes SKD CPNS terjadi eror saat peserta mengerjakan soal tes berbasis komputer ini, sempat dua kali berhenti. Tidak bisa melewati soal atau menyimpan jawaban soal. Yang hang pertama harus log out dulu baru log in kembali. Yang kedua cukup direfresh,” tutur Subiarto ditemui usi tes.

Hal serupa juga dialami Nailul Ma’ali di sesi ujian yang sama. Peserta tes CPNS asal Sidoarjo itu mengaku beberapa kali mengalami delay untuk mengerjakan soal.

“Jadi setelah soal di jawab atau dilewati itu soal berikutnya tidak langsung muncul. Lemot, harus nunggu beberapa detik baru muncul,” tutur dia.

Kondisi ini cukup mengganggu lantaran peserta ujian harus kejar-kejaran dengan waktu yang terbatas. Dengan total soal tes SKD 110 butir, waktu yang diberikan adalah 100 menit.

Persoalan jaringan provider juga sempat terjadi pada tes SKD hari kelima. Bahkan pelaksanaan sesi I sempat ditunda hingga tiga jam dan baru dimulai pukul 11.15 WIB.

Berbeda dengan pelaksanaan tes CPNS tahun sebelumnya yang dilakukan menggunakan server di lokasi ujian. Sehingga tidak membutuhkan jaringan provider untuk internet. nang

- - -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here