Oleh : Alim Mawaddah

Penulis adalah Mahasiswi aktif jurusan Bisnis Perjalanan Wisata di Universitas Gadjah Mada

Tanggal 2 Maret 2020, kasus COVID-19 pertama kali masuk di indonesia. presiden RI Joko Widodo mengumumkan bahwa ada 2 orang perempuan teridentifikasi positif virus corona.

Penyebaran COVID-19 yang sangat cepat menyebar kesuluruh provinsi yang ada di Indonesia, membuat seluruh masyarakat Indonesia harus berjaga jarak satu sama lain, dianjurkan untuk tidak bergerombol, bahkan harus mengurangi kegiatan di luar rumah. Hal tersebut menciptakan tagar baru di sosial media yaitu #dirumahaja. Tagar tersebut bisa dibilang sebagai peringatan bagi masyarakat Indonesia yang masih melakukan hal tidak penting di luar rumah.

Desember 2020, kasus COVID-19 di Indonesia sudah mencapai angka 560 ribu lebih. Pertambahan angka virus corona yang terbilang cukup banyak setiap harinya membuat tatanan negara banyak berubah. Tidak hanya berdampak pada perekonomian negara, namun juga berdampak pada kegiatan sektor pariwisata.

Dengan adanya peraturan yang mengharuskan untuk tetap berada di rumah selama pandemi, membuat banyak orang semakin jenuh karena tidak memiliki kegiatan yang mungkin tidak seproduktif yang dilakukan di luar ruangan. Apalagi di keadaan seperti ini banyak tempat wisata yang juga diharuskan tutup terlebih dahulu.

Tutupnya banyak tempat wisata membuat pemiliknya harus bisa putar otak untuk mencari ide baru lagi, memikirkan cara agar keadaan ini tidak berlanjut dan kerugian juga tidak terlalu banyak. Di zaman milenial seperti ini sudah tercipta adanya teknologi baru untuk mendukung sektor pariwisata saat pandemi berlangsung yaitu “Virtual Tourism”. Namun pertanyaannya, apakah dengan adanya virtual tourism ini cocok untuk diterapkan di Indonesia? Bagaimana dampak positif dan negatif  kegiatan baru ini?

Dengan kondisi seperti ini virtual tourism adalah cara yang yang sangat mendukung adanya kegiatan pariwisata, karena dapat mengurangi adanya orang yang bergerombol sehingga mencegah penyeberan COVID-19. Sangat menyenangkan pastinya bagi orang-orang terlebih lagi bagi orang yang menekuni dunia traveling, karena adanya virtual tourism ini bisa menjadi pengganti kegiatan di luar ruangan.

Tidak bisa dimungkiri jika harga untuk menikmati virtual tourism terbilang sedikit mahal, karena hanya menikmati melalui layar laptop, komputer, dan hp  saja, kegiatannya juga hanya berdurasi mungkin tidak sampai 3 jam. Virtual tourism juga bisa dibilang tidak bisa dinikmati oleh semua kelas, karena jika seseorang tidak memiliki smartphone atau laptop dan komputer, bagaimana cara mereka untuk ikut menikmati adanya virtual tourism ini. Bagi orang-orang yang juga meninginkan refreshing atau healing dengan mencari tempat yang tidak dikenai biaya juga akan sedikit menyulitkan mereka.

Dengan adanya virtual tourism ini akan berdampak juga bagi perekonomian masyarakat lain yang harus mencari nafkah melalui datangnya pengunjung ke destinasi wisata yang ada di tempat mereka. Jika jumlah pengunjung berkurang karena adanya virtual tourism ini makan pendapatan mereka pastinya juga akan menurun.

Tak hanya berdampak pada perekonomian masyarakat di sekitar destinasi wisata. Sektor pariwisata pun mungkin juga akan terkena oleh imbasnya. Jika banyak orang yang lebih memilih kegiatan virtual tourism sebagai alternatif dalam melakukan liburan, biro tour and guide pasti juga akan sepi pelanggan.

Tidak sedikit pula biro tour and guide yang melakukan kerja sama dengan sebuah hotel untuk dijadikan salah satu fasiltas yang mempermudah penyewa biro tersebut dalam berlibur. Jadi secara tidak langsung biro tour and guide berhubungan juga dengan hotel, jika biro tour and guide sepi pelanggan, dampak tersebut akan berlanjut pada hotel yang berkerja sama dengan biro tour and guide.

Jika kegiatan virtual tourism ini masih akan berlanjut sampai kedepannya nanti pada sektor pariwisata, alangkah baiknya jika pemerintah atau penyedia virtual tourism ini melakukan inovasi baru lagi agar semua kalangan dapat merasakan bagaimana sensasi dari kegiatan baru berlibur tetapi tetap #dirumahaja.

- - -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here