satpol pp ponorogo iklan sosialasi gempur rokok ilegal-kanalindonesia

Home / Birokrasi / News

Rabu, 23 September 2015 - 05:08 WIB

PNS Kemenag Ponorogo Masih Minim Lakukan PUPNS

KANALPONOROGO-Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Kemenag Ponorogo, sebagian besar belum melakukan pendataan ulang PNS (PU PNS) seperti harapan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Mulai Agustus 2015 BKN mewajibkan para PNS untuk melakukan pendaftaran ulang, yang dilakukan secara on line.

PNS di lingkup Kemenag Ponorogo berjumlah 700an orang, hingga minggu kemaren, yang melakukan pendaftaran masih berkisar 10 %.

Baca Juga :  Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Masuk Jurang

Dalam pendataan ulang PNS ini, selain mendaftar secara on line, mereka harus melengkapi persyaratan yang ditentukan, seperti menyerahkan SK, ijasah dan dokumen lainnya.

Tohari Kasi Bimas Kemenag Ponorogo mengatakan,”pendaftaran secara on line sebenarnya bisa dilakukan sewaktu-waktu, berlaku 24 jam,”ucapnya.

Pada saat masa-masa awal PUPNS dilaunching, masih sering dikeluhkan oleh para pegawai Kemenag, karena sering mengalami gangguan.

Baca Juga :  Satlantas Polres Ponorogo Peringati HUT ke 60

Tohari optimis meski saat ini yang melakukan pendaftaran masih sedikit, akhir bulan November, semua PNS di Kemenag Ponorogo, sudah mendaftar.

Pendataan ulang secara online sendiri menurutnya bisa dipahami dengan mudah oleh para pegawai.  Karena penggunaan jaringan internet pada jaman ini, bukan hal sulit.(had/kanalponorogo)

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kurang dari 24 Jam Pelaku Curat SDN Mangkujayan Dibekuk

Mataraman

Reog Manggala Bhayangkara Polres Ponorogo Tampil Dalam Serba Serbi Hari Bhayangkara Ke 73

Hukrim

Kasus DAK, Kejari Ponorogo Limpahkan Berkas Yuni Widyaningsih ke Pengadilan Tipikor

Militer

Lettu Lek Budi A.R. Ambil Apel Pagi Anggota Satgas TMMD ke 106

News

KPU Terima Berkas Dukungan Balon Independen

Hukrim

Pembunuh Mahasiswi AKBID Divonis 11 Tahun

Hukrim

KPK Tahan 4 Tersangka Suap Opini WTP Kemendes Terpisah

Headline

Bareskrim Polri Tetapkan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka