Home / Peristiwa

Senin, 13 Juni 2016 - 22:07 WIB

Tanah Retak di Pulung, Tiga KK Mengungsi

Anggota Koramil bersama warga dan perangkat desa melakukan pengecekan terhadap rekahan tanah( foto : kanalponorogo.com)

KANALPONOROGO-Warga Dukuh Nguncup, RT 003/RW 004, Desa Bekiring, Kecamatan Pulung dicekam rasa kecemasan. Pasalnya, lokasi tanah yang mereka huni saat ini mengalami bencana tanah retak dan amblas.

Sebenarnya tanah retak ini terjadi sejak 4 tahun lalu, namun saat ini kembali terjadi dan menyebabkan 17 kepala keluarga dari 22 KK yang tinggal di daerah tersebut dilanda kecemasan. Bahkan 3 KK yang rumahnya mengalami retakan paling parah harus rela meninggalkan rumahnya untuk mengungsi ditempat yang aman.

Baca Juga :  Komisi D Siap Kawal Pendidikan Murah dan Berkwalitas

Ketiga kepala keluarga yang mengungsi tersebut adalah Sarimun( 56), Kateni (32) dan Sinu (52).

Mereka terpaksa mengungsi karena kondisi rumahnya sudah tak layak huni dan dianggap membayakan. Rumah sudah mengalami keretakan dan tanah mengalami keretakan mencapai 40 centimeter, sehingga berpotensi runtuh sewaktu-waktu.

Atas terjadinya bencana tanah retak tersebut, Kepala Desa Bekiring, Misno mengatakan, bahwa pihaknya sudah pernah melaporkan kejadian ini ke BPBD sebanyak dua kali.

tembok rumah warga pecah-pecah akibat adanya retakan tanah yang mereka huni ( foto : kanalponorogo.com)
tembok rumah warga pecah-pecah akibat adanya retakan tanah yang mereka huni ( foto : kanalponorogo.com)

“Atas terjadinya tanah retak ini, sebenarnya telah dua kali saya laporkan ke pihak BPBD, dan ini semakin parah, karena selain retakan yang semakin lebar, juga banyak rumah warga yang mengalami keretakan, sehingga warga yang rumahnya dalam kondisi membahayakan dan takut roboh, mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman,”ucap Kepala Desa Bekiring, Misno.

Baca Juga :  Longsor Banaran, Ditemukan Satu Jenazah ke Empat di Sektor A

Misno mengaku saat ini dirinya bersama Muspika Kecamatan Pulung tengah melakukan pemantauan bersama tentang kelayakan daerah tersebut untuk dihuni. Jika dianggap membahayakan dan tidak layak huni, maka akan di laporkan kembali ke BPBD.(wad/kanalponorogo.com)

 

 

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Diduga Ngantuk, Tabrak Pohon Pengemudi Tewas di Jalan Raya Ponorogo-Magetan

Peristiwa

Tak Bisa Kendalikan Kemudi, Mitshubisi Kuda Tabrak 9 Motor yang Diparkir Depan Terminal Pulung

News

Kebakaran Rumah Tewaskan Janda Tinggal Sendirian

Peristiwa

Lupa Tak Matikan Api Ditungku, Dapur Milik Warga Sukorejo Ludes Terbakar

News

Longsor Landa Dua Desa di Ngrayun

Peristiwa

Jembatan Pangkal Roboh, Warga 8 RT Terisolir

Peristiwa

Ganti Tabung Gas LPG, Dapur Ludes Terbakar

Peristiwa

Warga Slahung Ditemukan Gantung Diri di Kusen Pintu Dapur