Informasi COVID-19 Ponorogo, Bupati Ipong: Ada Tambahan Tiga Klaster Baru

KANALPONOROGO.COM:Bupati Ponorogo menyebut muncul tiga klaster baru dari penyebaran COVID-19.

Munculnya klaster baru yakni Gontor dari penyebaran covid 19, ternyata disertai munculnya dua klaster lainnya di Ponorogo yaitu Ronowijayan, Kecamatan Siman dan Panjeng, Kecamatan Jenangan.

Bertambah banyaknya terkonfirmasi covid 19 begitu cepat memembuat Bupati Ponorogo prihatin sekaligus khawatir. Sebab penyebarannya sudah begitu masif dan menurunkan status dari zona hijau kembali ke zona oranye.

Penyebaran covid 19 di Ponorogo dalam seminggu ini sebanyak 34 kasus, nyaris sama dengan penyebarannya di Pomorogo dalam 4 bulan lalu.

“Ada 34 kasus dalam seminggu ini. Ini hampir sama dengan 4 bulan. Padahal kita sudah masuk zona hijau, hari ini kembali ke zona oranye pada 1 Juli lalu. Tap kita tidak sendiri,” ujar Ipong.

Selain munculnya klaster Gontor, Ponorogo dalam sepekan ini juga muncul 2 klaster lainnya, yaitu Ronowijaya dan sebentar lagi klaster Panjeng, Jenangan. Ipong memastikan Panjeng yang sudah dilockwodn desanya, akan ada penderita baru. Dikatakan terbentuknya suatu klaster baru jika penderitanya berjumlah 4-5 orang .

“ Ponorogo pertama kalinya ada klaster Ronowijayan, klaster Gontor, dan sebentar lagi Panjeng. Korban konfirmsi positif lebih 4-5 orang bisa disebut klaster. Sungguh kita harus prihatin karena suasana ini membuat saya khawatir, sekaligus prihatin,” terangnya.

Menurut Ipong, kunci untuk mencegah penularan covid19 adalah kedisplinan dan kejujuran setiap orang. Sebab dengan disiplin mengikuti protokol kesehatan maka penularan covid 19 bisa dicegah. Sebab tidak jarang pencerita covid 19 tidak jujur mengatakan tentang riwayat perjalanannya. “ Kuncinya adalah displin dan Kejujuran setiap orang,” pungkasnya.

Dijelaskan Bupati Ipong, bahwa di dalam Ponpes Gontor 2 terdapat 2 sub cluster, yaitu: pertama Sub cluster Sidoarjo. Berawal dari 1 orang santri asal Sidoarjo yang dinyatakan positif, kemudian dilakukan tracing dan ditemukan 98 kontak erat. 68 orang dilakukan pemeriksaan RDT dan 30 orang dilakukan swab untuk pemeriksaaan PCR.

Yang kedua yaitu Sub cluster Kendari. Berawal dari 11 orang santri yang akan berangkat ke Kendari melakukan RDT dan semuanya dinyatakan reaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan PCR, 10 diantaranya dinyatakan positif, 1 dinyatakan negatif. Sementara itu hasil tracing santri-santri Kendari ini didapatkan bahwa semua kontak eratnya telah meninggalkan Ponpes Gontor 2 untuk pergi ke Kendari. Pemprov Jawa Timur telah menghubungi Pemprov Sulsel untuk menindaklanjuti hal ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here