satpol pp ponorogo iklan sosialasi gempur rokok ilegal-kanalindonesia

Home / Uncategorized

Rabu, 11 Mei 2022 - 13:59 WIB

Prihatin Tingginya Angka Pernikahan Anak, Ina Ammania Sosialisasikan UU No. 16 Tahun 2019

Tingginya angka pernikahan usia dini di Kabupaten Pacitan 2 tahun terakhir, memantik keprihatinan Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania dengan menggelar Sosialisasi UU No. 16 Tahun 2019 tentang perkawinan di Gedung Muslimat Arjosari, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan pada Selasa, (10/05).

Kegiatan tersebut diikuti  50 peserta yang merupakan perwakilan dari  pengurus Muslimat NU Pacitan.

Dalam paparannya, Legislator yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur (Jatim) 7 ini menekankan pentingnya pemahaman mengapa DPR RI menyetujui usulan pemerintah ketika membahas undang-undang tentang Perkawinan pada tahun 2019.

“Sejak diterbitkannya UU No.16 Tahun 2019 tersebut, maka untuk usia perkawinan minimal usia 19 tahun, baik untuk laki-laki maupun perempuan,” papar Ina.

Baca Juga :  Stop Pandemi, Kodim 0802/Ponorogo Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Kepada Masyarakat

Pada kesempatan tersebut, Ina Ammania juga menjelaskan dampak perkawinan anak yang utama menghambat capaian SDGs goal 5 butir 5.3 yang berbunyi ‘Menghapuskan semua praktik berbahaya, seperti perkawinan usia anak, perkawinan dini dan paksa, serta sunat perempuan’.

“Perkawinan anak bertentangan dengan komitmen negara dalam melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi”, imbuh Ina.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyinggung tentang dampak perkawinan anak, seperti :

  1. Perkawinan anak diestimasikan menyebabkan kerugian ekonomi setidaknya 1,7% dari (Produk Domestik Bruto) PDB.
  1. Anak perempuan yang kawin sebelum usia 18 tahun 4 kali lebih rentan untuk menyelesaikan pendidikan menengah / setara
  2. Komplikasi saat kehamilan dan melahirkan adalah penyebab kematian kedua terbesar untuk anak perempuan berusia 15-19 tahun
  3. Perempuan menikah pada usia anak lebih rentan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
  4. Bayi yang lahir dari ibu berusia di bawah 20 tahun berpeluang meninggal sebelum usia 28 hari atau 1,5 kali lebih besar dibandingkan ibu berusia 20-30 tahun.
Baca Juga :  Subdenpom V/1-1 Ponorogo Petakan Rute Pengawalan Kegiatan TMMD ke-106

Pada akhir penjelasan, Ina Ammania berpesan kepada para peserta agar benar-benar memperhatikan batas usia minimal kalau mau mengawinkan anak-anaknya.

“Tentunya hal tersebut dimaksudkan sebagai salah satu upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang hadirnya negara dalam melindungi anak, salah satunya melalui UU No.16 Tahun 2019 tentang perkawinan,”pungkas Ina.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Dandim 0802/Ponorogo Hadiri Rapat Koordinasi Terkait Kesiapsiagaan Menghadapi Virus Corona di Ponorogo

Uncategorized

Anggota Polsek Ngrayun tertibkan pendekar Untuk tertibnya Kegiatan

Uncategorized

Kapolri Ucapkan Selamat Idul Fitri: Perkokoh Kebersamaan dan Rajut Persatuan Wujudkan Indonesia Tangguh dan Tumbuh

Uncategorized

Kapolda Apresiasi Lima Atlet Bola Volley Anggota Polri Polda Jatim Peraih Medali Emas di Sea Games 2021 Vietnam

Uncategorized

Anggota Satgas TMMD ke 113 Turut Bertanding Bola Voli, Warga Cepoko Beri Apresiasi Kepada TNI

Uncategorized

Dandim 0802/Ponorogo Buka Acara Katpuan Apkowil Tersebar Tahun 2022

Uncategorized

Jembatan Selesai Dibangun TNI, Warga Gelar Syukuran

Uncategorized

Mudik Aman Mudik Sehat, Polres Tuban Siapkan Gerai Vaksin di Posyan Perbatasan Jateng – Jatim