Home / Uncategorized

Rabu, 3 Februari 2016 - 15:42 WIB - Editor : redaksi

Eks Anggota Gafatar Asal Magetan Masih di Jakarta

Kepala Dinsosnakertrans Magetan, Parni Hadi

KANALMAGETAN-Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Magetan menerima surat dari Kementrian Sosial (Kemensos), Senin (1/2) lalu.tentang  3  warga Magetan yang menjadi pengungsi mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
Mereka satu keluarga yaitu Jumali (38/suami), Haryati (35/istri) dan Riska Nurhanasah (2,5/anak) warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Saat ini mereka masih di tampung di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus Jakarta Timur. Tim penjemput disiapkan sebanyak 2 orang dari Bagian Sosial, Dinsosnakertrans, hari ini (Rabu, 3/2) berangkat ke. Jakarta.

“Kami sebelumnya menerima surat, sesuai surat kementerian sosial nomor 010/RSTS.KPO/RPTC/02/2016 dengan perihal permohonan pemulangan warga eks Gafatar dari Kabupaten Magetan, Senin (1/2) lalu. Kami rencananya akan menjemput mereka, Kamis (4/2) nanti. Setiba disini, langsung mengembalikan kepada kelurganya ada  upaya diberi pembinaan,” ucap Kepala Dinsosnakertrans Magetan, Parni Hadi, Rabu (03/02/2016).

Baca Juga :  Ketua Asosiasi Kulit Magetan Akhirnya Ditahan, Sempat Terjadi Adu Mulut

Sebelum kedatangan mereka, tambahnya, dinas menyampaikan kepada pemerintahan desa setempat, kepala dusun (Kasun), ketua Rukun Tetangga (RT) hingga tokoh masyarakat, agar bersedia menerima kedatangan mereka.

Hasilnya, warga hingga pemerintahan desa bersedia menerima kepulangannya, dituangkan dalam pernyataan tertulis. Begitu juga pihak keluarga menanti kedatangannya, kembali hidup di Desa Gadingrejo, lalu berharap dapat melupakan soal Gafatar.

“Setiba di Magetan nanti, mereka akan dibina dan diberi pembinaan keagamaan maupun kebangsaan oleh ulama dan lainnya, sekalian mereka disyaratkan ulang. Sebelum berangkat ke Mempawah, Jumali sempat berjualan bakso, kemudian diajak kenalan untuk mengikuti kegiatan Gafatar. Jumali sekeluarga anggota biasa, tidak masuk dalam struktur kepengurusan Gafatar,” ujar Parni Hadi lagi.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Sabu Magetan Dijerat Pasal Berlapis

Menurutnya mereka berangkat ke Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), berawal dari keberangkatan Jumali untuk bekerja ke Jakarta, usai lebaran 2015 lalu. Selanjutnya, disusul istri dan anaknya, setelah 2 pekan sang istri ke Jakarta, keluarga kesulitan kontak. “Keluarga kesulitan melakukan kontak dengan Jumali sekeluarga, baru mendapat kontak jelang kepulangan ke Jakarta. Pihak keluarga baru tahu mereka sempat gabung dengan Gafatar dan berada di Mempawah,” ujar Parni Hadi.(wad/kanalponorogo)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Di Balik Kesuksesan Tim Paralayang Ponorogo pada Porprov Jatim 2022, Ada Sosok Prajurit TNI AD Ini

Uncategorized

Jadwal Kapolri Cup 2023 di Gresik Tim Voli Putri Jatim Vs Tim Voli Putri Bali

Uncategorized

Sasaran Fisik TMMD ke 113 Kodim 0802/Ponorogo Terus Kejar. Berikut Hasil Capaiannya

Uncategorized

Kegiatan olah raga bersama keluarga besar Polsek Somoroto

Uncategorized

Polres Probolinggo Berhasil Ungkap Kasus Penimbunan Pupuk Bersubsidi Sebanyak 1,5 Ton

Uncategorized

Hari Kedua Ops Patuh Semeru 2018, Didominasi Pelanggar Pelajar

Uncategorized

Kodim Ponorogo Laksanakan Rakor Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Hydrometeorologi

Uncategorized

Tingkatkan Profesionalitas, Dirbinmas Polda Jatim Beri Arahan Ratusan Bhabinkamtibmas Polres Malang