Home / Headline

Minggu, 4 Juli 2021 - 15:10 WIB - Editor : ARIEF - Kanal Indonesia Network

Penerapan PPKM Darurat, Polda Jatim Melakukan Pengendalian dan Pembatasan Mobilitas Masyarakat

KANALPONOROGO.COM – SURABAYA, Dalam pelaksanaan kegiatan PPKM Darurat yang dilaksanakan mulai tanggal 3 sampai 20 Juli 2021. Jajaran Polda Jatim melakukan pengendalian mobilitas masyarakat. Di jatim ada 7 (tujuh) titik perbatasan antar Provinsi dan ada 82 titik pengendalian antar rayon dan Kabupaten.

Apa yang akan dilakukan? untuk perbatasan antar provinsi, akan dilakukan pengecekan yang akan masuk ke wilayah jawa timur. Yang dicek adalah bebas Covid-19 Antigen 1X24 jam serta harus mempunyai keterangan keperluan ke Jatim.

“Jika seseorang ini tidak bisa menunjukkan hasil Antigen dan Surat keterangan, maka petugas akan meminta agar masyarakat dikembalikan ke tempat asal,” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman.

Karena saat ini sedang dilaksanakan PPKM Darurat, sehingga seluruh tempat wisata di Surabaya dan wilayah jatim lainnya, untuk sementara waktu ditutup. Selain itu tempat ziarah ditangguhkan selama PPKM Darurat.

Baca Juga :  Tertiblah Berlalu Lintas Jika Tidak Ingin Surat Tilang Datang Kerumah

“Selain itu untuk angkutan umum seperti bus, mungkin antar provinsi, perjalanan dari Jakarta ke Jatim. Sesuai intruksi Mentri Dalam Negeri, penumpang bus maksimal 70 persen dan penumpang wajib membawa hasil Rapid Antigen,” tambahnya.

Sementara itu untuk pengendalian antar rayon, di bagai menjadi 7 (tujuh) rayon yang diantaranya, Surabaya Raya, Malang Raya, Madiun Raya, Madura Raya, Tapal Kuda Raya, Tuban Raya dan Bojonegoro Raya.

“Di samping tujuh rayon ada peraturan Perwali dan Perbup. Yang mengharuskan orang masuk ke Kabupaten harus dilakukan pengecekan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Bungkal Laksanakan Pengamanan Penyaluran Bansos Kepada Warga Binaannya

Sementara itu di setiap batas kota akan di dirikan Pos. Yakni pos pembatasan mobilitas. Dimana petugas akan melakukan kegiatan rekayasa jalan maupun penutupan jalan dan akan melakukan patroli. Dimana tempat itu menjadi konsentrasi masyarakat berkumpul, sehingga harus di tutup.

“Seperti di Alun-alun, Taman Bungkul, Jalan Darmo, Tunjungan, Tugu Pahlawan, dan tempat lain seperti pasar maupun mal dan restoran harus sesuai dengan PPKM Mikro Darurat,” pungkasnya.

Ada 75 titik pembatasan mobilitas yang tersebar di 39 Kabupaten/ Kota dan 86 pos pengendalian. Selain itu kegiatan lain nantinya akan dilakukan edukasi, sosialisasi maupun penegakan protokol kesehatan yang sudah di maping.

Share :

Baca Juga

Headline

Bantu Warga Alami Kekeringan, Kapolres Ponorogo Droping Air Bersih

Headline

Do’a Lintas Agama di Polrestabes Surabaya, Sambut Hari Bhayangkara Ke-78

Headline

Polda Jatim Gandeng PWNU Jatim Sukseskan Vaksinasi

Headline

Kisah Polwan Bantu Jemaah Haji saat Cuaca Panas di Arab Saudi

Headline

Kapolres Ponorogo bersama Forkopimda Kabupaten Ponorogo Launching Perusahaan Tangguh

Headline

Sambut Hari Bhayangkara Ke-74, Polsek Somoroto Bagikan Sembako

Headline

Video Call Pesepeda Peraih Medali Sea Games, Kapolri: Indonesia Sangat Bangga

Headline

Soft Opening RS.Yasyfin Dan Vaksinasi Covid 19 Warnai Giat Polres Ponorogo Beserta Forkopimda