Home / Headline

Selasa, 23 November 2021 - 13:19 WIB - Editor : ARIEF - Kanal Indonesia Network

Polresta Mojokerto Bongkar Penipuan dan Penggelapan di Mega Finance hingga 1,2 M

KANALPONOROGO.COM – Mojokerto, Sebanyak 10 orang dari 7 tersangka terlibat tindak pidana penggelapan dalam jabatan atau penipuan penggelapan data fiktif kredit sepeda motor yang diamankan anggota Satreskrim Polresta Mojokerto. Saat melakukan aksinya, tersangka utama merupakan Credit Marketing Officer atau Surveyor PT Mega Finance.

Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. didampingi Kasat Reskrim IPTU Hari Siswanto, S.A.P., M.H., Kasat Lantas AKP Heru SBS. dan Kasi Humas IPDA MK Umam, SE serta Kasi Propam Kota IPDA Yuda Yulianto, SH dan Kanit Pidum IPTU Bayu menggelar Konferensi Pers Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan Atau Penipuan Atau Penggelapan di Halaman Polres Mojokerto Kota. Senin (22/11/21) siang

“Sebagai Credit Marketing Officer atau Surveyor PT Mega Finance Nanda Agus Dwi Prasetya (24) warga Kelurahan Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Bersama sembilan pelaku lainnya, dari data keseluruhan yang di input terdapat 77 konsumen yang masuk dalam analis survey para pelaku. Terdapat 62 konsumen (PK) yang mengalami keterlambatan pembayaran dengan total ada empat dealer”, Ucap Kapolresta Mojokerto

Baca Juga :  Kementerian Keuangan Bentuk Tiga Tim Usut Kekayaan Rafael

Masih Kata AKBP Rofiq Ripto Himawan dalam konferensi pers, “Ada 7 tersangka yang diamankan, mereka memiliki peran masing-masing. seTersangka utama, Nanda disangkakan dengan Pasal 374 KUHP karena dia adalah karyawan dari finance tersebut, dia melakukan manipulasi, menerima duit dari konsumen kemudian mengeluarkan unit kendaraan,” katanya.

Modus operandi yang dilakukan tersangka, lanjut Kapolresta, tersangka mengajak beberapa rekan untuk mencari konsumen dengan maksud meminta persyaratan baik identitas maupun yang lain. Tersangka menginput data tersebut dengan cara fiktif untuk dimasukkan ke dealer yang di tujuh agar sepeda motor bisa didapatkan dari dealer.

Baca Juga :  POLRES PONOROGO BERSAMA OJEK ONLINE, ABANG BECAK DAN BURUH PABRIK KIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH GELORAKAN SEMANGAT LAWAN COVID 19

“Sepeda motor yang berhasil realisasi dari dealer langsung dijual ke penadah dengan harga Rp 12 hingga 15 juta. Dealer yang menjadi sasaran antara lain dealer Sekawan, Lancar Motor, Merdeka dan Tirto Agung Motor. Petugas masih melakukan pengembangan, tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain,” urai Kapolresta
Modus tersangka yaitu memasukkan data konsumen yang tidak sesuai kenyataanya, “PT Mega Finance mengalami kerugian sebesar Rp1,2 milyar. Lima tersangka yang ikut serta dalam aksi tersebut dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 jo Pasal 56 KUHP. Sementara penadah disangkakan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP Jo pasal 480 KUHP.” Tegas AKBP Rofiq (MK)

Share :

Baca Juga

Headline

Tanggap Bencana, Polisi di Ponorogo Berikan Bantuan Korban Tanah Longsor

Headline

Program Sobo Kampung Terpenuhi Kapolres Berikan Reword

Headline

Kasus COVID-9 Meningkat Tajam, Pemkab Ponorogo Pindahkan 8 Pasien ke Shelter Tambakbayan

Headline

Jaga Suasana Kondusif di Bulan Puasa, Polres Nganjuk Gelar Patroli Ramadan Skala Besar

Headline

Sehari, Polresta Mojokerto Berkolaborasi Bersama Dinkes Vaksinasi 1000 Pelajar

Headline

Sasar Warga Pelosok Desa, Polres Kedri Kota Gencarkan  Vaksinasi Anak  dan Boster

Headline

Cegah Air Sungai Meluap, Anggota Kodim 0802/Ponorogo Kerja Bakti Perbaiki Tanggul

Headline

Peringati Bhayangkara Ke 78, Polsek Ponorogo Bersama Bhayangkari Bagikan Sembako