Home / Headline

Selasa, 9 Juli 2024 - 17:53 WIB - Editor : Redaksi

Respon Cepat Polres Ngawi Berhasil Amankan 3 Oknum Pesilat Diduga Lakukan Pengeroyokan

NGAWI, Polres Ngawi Polda Jatim berhasil mengamankan 3 remaja yang diduga pelaku kekerasan secara bersama-sama terhadap AYP (28) yang beralamat di Dsn Duwet Ds. Jagir Kec. Sine Kab. Ngawi.

Mereka adalah berinisial A (16) warga Widodaren, YSP (20) warga Mengger Kec. Karanganyar dan ADM (22) warga Kedunggudel Kec. Widodaren.

Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si menjelaskan bahwa,pada hari Minggu (16/6/2024), sekira pukul 10.00 WIB ketiga pelaku yang menghadiri kegiatan salah satu perguruan silat di Ds. Sekarjati Kec. Karanganyar Kab. Ngawi mengikuti konvoi dengan mengendarai sepeda motor.

Sekira pukul 14.00 WIB ketiga pelaku dan rombongan konvoi tiba di jalan raya Sine-Geduro dan berhenti karena melihat korban memakai jaket hoodie perguruan salah satu perguruan silat yang bukan dari warganya.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Ungkap dan Amankan Terduga Pelaku Percobaan Cabul yang Terekam CCTV di Banyuwangi

“Jadi pemicunya gegara korban mengenakan baju atribut pesilat lain saat para pelaku melihatnya usai pulang acara,” ungkap AKBP Argo, Senin (8/7).

Setelah melakukan kekerasan secara bersama-sama tersebut, rombongan konvoi bubar meninggalkan tempat kejadian secara bersama-sama untuk menuju daerah Walikukun.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Joshua mengatakan barang bukti yang diamankan yakni sebatang kayu yang patah menjadi dua bagian.

Baca Juga :  Polsek Sampung Melaksanakan Pengamanan Majelis Dzikir Sholawat Rijalul Ansor Di Desa Tulung

Kayu tersebut digunakan pelaku untuk memukul korban.

“Kita amankan sebatang kayu yang sudah patah jadi dua bagian. Sebuah jaket hoodie bertuliskan pasukan kera liar dan video rekaman saat kejadian,” ujar AKP Joshua.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pada pasal 170 ayat (1), (2) ke 1e KUHP atau Pasal 76 c Jo Pasal 80 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002
tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya penjara selama-lamanya 7 (tujuh) tahun,” AKP pungkas (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Jaga Kebugaran Personel Polres Ponorogo Gelar Kesemaptaan Jasmani

Headline

Jumat Berkah, Polsek Siman Polres Ponorogo Bagikan 100 Snack

Headline

Wakapolda Jatim Pimpin Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Seleksi SIPSS T.A 2022

Headline

Polres Situbondo Gerak Cepat, Misteri Pembunuhan Sopir Truk Berhasil Terungkap

Headline

Polres Lamongan Bersama TNI dan Pemkab Lakukan Pengamanan Pengesahan Warga Baru Perguruan Silat

Headline

Masyarakat Puji Terobosan Pelayanan Berbasis Industri 4.0 dan Sosok Polisi Inspiratif dari Propam Polri

Headline

Satu Anggota Polres Ponorogo Menerima Kenaikan Pangkat Pengabdian TMT 1

Headline

Kapolsek Sooko Imbau KRPH Waspada Bencana Alam