Program Jembatan Merah Putih Presisi, Dua Jembatan Putus di Ponorogo Kini Tersambung, Akses Warga Kembali Normal

Program Jembatan Merah Putih Presisi, Dua Jembatan Putus di Ponorogo Kini Tersambung, Akses Warga Kembali Normal

Ponorogo – Dua jembatan vital di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, KabupatenPonorogo, yang sempat putus akibat bencana pada 2025, kini kembali berfungsi setelah diperbaiki melalui program Jembatan Merah Putih Presisi yang dilaksanakan oleh Polres Ponorogo, Polda Jatim.

Kedua jembatan yang berada di Dukuh Mingging dan Dukuh Mijil itu sebelumnya mengalami kerusakan yang menyebabkan warga di tiga dukuh, yakni Tandan, Gombak, dan Mingging, sempat terisolir selama hampir satu tahun.

Boyani, Ketua RT setempat mengatakan warga terpaksa membangun jembatan darurat dari bambu agar aktivitas tetap berjalan, meski terbatas hanya untuk kendaraan roda dua.

“Selama setahun itu aktivitas warga terganggu. Mobil tidak bisa lewat, jadi harus memutar jauh. Bahkan jalur alternatif juga sempat terdampak bencana,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Kini, kondisi sudah berangsur normal. Jembatan permanen yang dibangun memungkinkan akses kendaraan roda dua maupun roda empat, khususnya di Dukuh Mingging.

“Sekarang sudah lancar seperti sebelum bencana,” tambahnya.

Senada dengan Boyani, Kepala Desa Grogol, Jalu Prasetyo, menegaskan kedua jembatan tersebut merupakan akses utama warga. Ia menyebut pembangunan ini sangat membantu mobilitas masyarakat.

“Jembatan di Mingging sudah bisa dilalui roda empat, sementara di Mijil khusus roda dua. Ini sangat membantu warga,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Ponorogo dan pemerintah daerah atas percepatan pembangunan tersebut.

“Kami berterima kasih karena persoalan ini bisa segera ditangani dan masyarakat kembali beraktivitas normal,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan, pembangunan jembatan melalui program Jembatan Merah Putih Presisi menelan anggaran sekitar Rp500 juta hingga Rp1 miliar per titik, tergantung ukuran jembatan.

“Program ini merupakan atensi Presiden dan Kapolri untuk memastikan akses masyarakat, terutama anak sekolah, tetap lancar,” tegasnya.

Dari total empat jembatan yang direncanakan, tiga di antaranya sudah selesai dan dapat digunakan, sementara satu lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Ia memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendata titik-titik lain yang membutuhkan perbaikan infrastruktur.

“Ke depan akan terus kita petakan lokasi prioritas agar segera bisa ditangani,” pungkasnya.