Viral Teror Pocong di Ponorogo dan Magetan, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

Viral Teror Pocong di Ponorogo dan Magetan, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

MAGETAN – Fenomena kemunculan sosok pocong yang belakangan ramai di sejumlah daerah Jawa Timur kini kembali menghebohkan warga. Setelah muncul di berbagai wilayah, kali ini video penampakan pocong viral berasal dari Ponorogo dan Magetan. Di Ponorogo, sebuah video yang memperlihatkan sosok putih menyerupai pocong di area gudang dealer mobil bekas menjadi perbincangan hangat di media sosial.Penampakan tersebut diklaim terjadi di gudang dealer jual beli mobil bekas Prabu Motor yang berada di Jalan Raya Ponorogo-Madiun, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang karyawan sedang berjalan sambil berbicara melalui telepon genggam di sela-sela deretan kendaraan yang terparkir. Saat tiba di bagian depan gudang, karyawan tersebut mendadak berhenti setelah melihat sosok putih berada di atas atap sebuah truk. Awalnya ia tampak memperhatikan sosok tersebut dari kejauhan. Namun beberapa detik kemudian, pria itu langsung berteriak dan berlari menjauh. “Woiii… Woiii… Setan… Woiii,” teriaknya dalam video yang viral di media sosial.

Hingga kini belum ada keterangan pasti mengenai sosok yang terekam dalam video tersebut. Belum diketahui apakah benar merupakan kejadian nyata atau hanya bagian dari konten yang sengaja dibuat untuk hiburan. Sementara itu, kasus serupa di Magetan akhirnya berhasil diungkap pihak kepolisian. Penampakan pocong yang sempat membuat warga resah di Jalan Kalimantan, Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, ternyata dilakukan oleh sekelompok remaja yang mengikuti tren viral di media sosial. Kapolsek Magetan, Ika Wardani, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dan mengamankan para pelaku. “Kami telah mendeteksi bahwa pocong tersebut dilakukan oleh sekelompok anak muda yang sedang mengikuti tren dan melakukan untuk iseng lucu-lucuan,” jelasnya. Polisi kemudian mengamankan lima remaja yang terlibat dalam pembuatan konten tersebut. Mereka juga menjalani pembinaan bersama unsur Forkopimca dan didampingi oleh orang tua masing-masing.

[wpvy_popular_posts]