KANALPONOROGO-Belasan hektar tanaman padi milik petani Dusun Sekayu, Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo terserang hama si Merah.

Itulah sebutan petani setempat untuk hama penyakit santomonas yang saat ini menyerang tanaman padi yang baru berumur satu bulan.

Menurut petani setempat serangan, hama merah ini muncul setelah satu pekan ditamam. Berbagai upaya telah dilakukan oleh petani untuk membasmi  hama ini, dengan mencoba berbagai merk dan jenis pestisida.

Hama santomonas atau si merah ini ditandai seluruh daun memerah begitu juga dengan akarnya yang seperti membusuk.

Di kawasan pesawahan Sekayu hama tesebut sering menyerang setiap awal tanam, bahkan seperti langganan. Dugaan petani setempat  si merah ini menyerang dikarenakan lahan sawah yang tidak bisa dikeringkan airnya. Hal itu karena kurang sempurnanya saluran irigasi untuk pembuangan air.

Boiran salah satu petani setempat yang tanaman padinya terserang hama ini, menjelaskan serangan si merah malah meluas setelah dilakukan pemupukan.

“Sudah tiga minggu ini mas, tanaman padi yang baru berumur sebulan terserang hama yang membuat daun hingga akarnya memerah,”ucapnya.

Untuk mengatasi hama dia mengaku telah mengeluarkan uang ratusan ribu untuk membeli pestisida. Iapun mengaku tak paham dengan penyakit tersebut.

“Sudah ratusan ribu uang yang kami keluarkan untuk membeli berbagai merk pestisida, namun belum ada hasilnya, malah serangan hama ini makin meluas,”terangnya.

Hal senada juga di alami petani lain Mariono.  Menurutnya ada sekitar 15 hektar lahan padi yang berusia sebulan terserang hama merah ini.

“Serangan mulai terjadi sepekan setelah masa taman, dan kami belum mendapat bantuan pestisida serta pengarahan dari petugas pertanian terkait cara pengendaliannya,”tegasnya.Selain menyerang tanaman padi milik petani Gandukepuh, ternyata hama merah ini jua menyerang puluhan hektar tanaman padi milik petani di Jetis, Bungkal dan Sambit.

“Banyak mas, padi didaerah saya juga banyak yang terserang penyakit yang membuat daun hingga akarnya memerah seperti membusuk ini,”ungkap Nurkholis, salah satu petani asal Desa Bancar, Kecamatan Bungkal.(K-3)

 

- -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here