Home / News

Rabu, 15 April 2015 - 08:36 WIB - Editor : redaksi

Pimpinan Pondok Pesantren Al Ghozali Ponorogo, KH. Adnan Qohar Wafat

KANALPONOROGO-Di tengah sibuk mempersiapkan diri mengikuti Muktamar ke 33
NU, warga Nahdliyin Ponorogo berduka. Kiai  kharismatik KH.Adnan
Qohar, pemimpin Pondok Pesantren Al Ghozali Cokromenggalan Ponorogo, menghadap
Illahi. Kiai Adnan, yang akrab disapa dengan Kiai Ngadenan, wafat pada Selasa
sore (14/4), setelah menderita sakit.
Diiringi oleh ratusan jamaah dan warga Nahldiyin Ponorogo, Rabu (15/4),
jasad kiai berusia 70 tahun itu, dimakamkan di belakang Masjid Al Ghozali,
lingkungan pondok. Sedianya akan dimakamkan pada malam setelah dinyatakan
wafat, namun karena malam itu hujan deras maka ditunda keesokan harinya.
“ Maunya tadi malam langsung dimakamkan, tapi karena hujan, baru hari ini,”
kata salah seorang kerabat kiai.
Dalam pelepasan jenazah kiai yang aktif berdakwah dari kampung ke kampung
itu, para ulama menyatakan sangat kehilangan sosok kiai yang sudah aktif
bergabung dalam organisasi NU sejak masih remaja.
“Almarhum adalah milik kita semua, kita khususnya keluarga besar PC NU
Ponorogo sangat kehilangan. Sejak pelajar sudah aktif berorganisasi di IPNU,
Ansor hingga saat ini menjadi Mustatsyar NU Cabang.Kami ikhlaskan beliau karena
sudah kehendak Allah, semoga diberikan tempat terbak di sisiNya,” kata
H.Muhatim, ketua PC NU Ponorogo, yang melepas jenazah.
Almarhum selama hidupnya mendedikasikan diri sebagai pendidik dan juga
pendakwah. Dengan gaya dakwahnya yang sering diwarnai joke, membuat jamaah
menyukai dakwahnya.
Meninggalkan seorang istri, 4 orang anak dan 5 orang cucu, Kiai Ngadenan
berhasil membangun pondok pesantren  di tengah kota Ponorogo. Juga
masjid yang sangat besar di lingkungan pondok, Masjid Al Ghozali.
Dengan wafatnya Kiai Ngadenan diharapkan estafet kepemimpinan Pondok
Pesantren Al Ghozali dapat dilanjutkan oleh putra-putrinya berikut masjid yang
berdiri megah itu. Pun estafet kepemimpinan di tubuh PC NU Ponorogo sendiri
diharapkan juga berjalan dengan baik. Karena saat ini sudah banyak bermunculan
kiai-kiai muda potensial yang berada di garis depan Nahdliyin Ponorogo.
“Banyak generasi muda kita yang mau meneruskan perjuangan kita dengan
bergabung di PC NU. Dengan wafatnya Kiai Ngadenan ini berharap NU masih
memiliki kiai-kiai muda yang mampu meneruskan etsafet kepemimpian organsiasi,”
harap KH.M.Ansor Rusdi, wakil ketua PCNU yang sekaligus Ketua MUI Ponorogo itu.
Selain aktif berdakwah, Kiai Ngadenan selama ini dikenal dekat dengan tokoh
politik di Ponorogo. Setiap menjelang pesta demokrasi sang Kiai “ selalu”
menjadi rebutan parpol untuk dapat mendekati massa Nahdliyin khususnya.  
“ Pak Kiai Ngadenan itu tokoh yang bisa berbaur dengan berbagai golongan
mau pun berbagai partai dan tokoh politik di Ponorogo. Belaiu salah satu
pemersatu umaro dan umat di Ponorogo. Dengan kepergiannya kami merasa
kehilangan, semoga khusnul khotimah,” kata Agung Priyanto, anggota DPRD
Ponorogo dari Fraksi PDI Perjuangan.(K-4)

Baca Juga :  Peserta UN di Ponorogo Resah, Listening Bahasa Inggris Tak Sesuai

Share :

Baca Juga

Headline

Optimalkan pencegahan Covid-19, Polsek Siman Bagikan Masker

Nasional

Golkar Alami Kekosongan Pengurus

Birokrasi

Pesan Pj Bupati Maskur : Perbaiki Postur Anggaran

Militer

Sobiran Bersama Anggota TNI Bersihkan Musholla Al Muhaimin

News

Demokrat Bergandengan Mesra Dengan Golkar

Militer

Senang Dengan TMMD di Desanya, Pak Marto Undang Anggota Satgas Makan Siang

Nasional

Pemakaman Jenazah Letkol Marda Sarjono Dengan Upacara Militer

Nasional

Tito Karnavian Sampaikan Pesan Ini ke Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit