Home / News / Pilkada

Kamis, 19 November 2015 - 23:50 WIB - Editor : redaksi

Pilkada Ponorogo, Tiga Paslon Bersaing Ketat

Direktur Eksekutif SCG Consulting Surabaya Didik Prasetyono memaparkan hasil survey kepada awak media foto : kanal ponorogo

KANALPONOROGO- Dalam monitoring evaluasi  Pilkada Ponorogo, SCG Consulting Surabaya gelar survey dari tanggal 8-14 November 2015 bagi empat pasangan calon (Paslon) yang  akan  bertarung  9 Desember mendatang.

Survei menggunakan metodologi stratified random sampling terhadap WNI berusia 17 tahun ke atas. Dengan 400 responden yang tersebar di seluruh Kabupaten Ponorogo. Tingkat margin of error(MoE) di 3% dengan tingkat kepercayaan 95%.

“Basis Sampling menggunakan stratified random by-name by-address Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada Kabupaten Ponorogo, dengan beberapa kali pertanyaan kontrol untuk menguji konsistensi responden maka dapat dikatakan karakteristik responden konsisten,”ucap Direktur Eksekutif SCG Consulting Surabaya Didik Prasetyono.

Baca Juga :  Kades Keluhkan Seringnya Pergantian Format Pelaporan RAB
hasil survei kedekatan dengan rakyat keempat paslon
hasil survei kedekatan dengan rakyat keempat paslon

Sementara untuk Ponorogo telah dilakukan dua kali survey dan ditemukan kembali beberapa fakta menarik, bahwa kontestasi Pilkada ini didominasi oleh tiga pasangan calon secara ketat.

Menurut mantan komisioner KPU Jawa Timur 2003-2008 ini, dari hasil survey Pilkada Ponorogo yang dilakukanya, mendapati hasil dengan keterpilihan atau elektabilitas yang didominasi oleh tiga pasang yaitu Sugiri-Sukirno memperoleh 33%, Amin-Agus 37%, Misranto-Isnen 3% dan Ipong-Sudjarno 27%.

Baca Juga :  Kapolres Ponorogo Menerima Kunjungan UP3 PLN Ponorogo
hasil survei atas elektabilitas keempat calon
hasil survei atas elektabilitas keempat calon

Tiga pokok kekuatan pasangan Amin-Agus pada persepsi pemilih atas kedekatan Amin-Agus dengan rakyat (71%), keberhasilan pemerintah incumbent membangun fasilitas di bidang kesehatan (74%) dan pemilih merasa puas atas fasilitas infrastruktur pendidikan (87%).

Ditemukan juga, walau 41% responden masih merasa harga obat terlalu mahal tetapi aksesibilitas ke fasilitas kesehatan relatif dipersepsi mudah (80%), gampang menemukan dokter (71%) dan 68% merasa orang miskin di wilayahnya tertangani dengan baik.(wad/kanalponorogo)

 

Share :

Baca Juga

News

Penderita Demam Berdarah di Ponorogo Meningkat

Peristiwa

Berita Penculikan Anak di Jenangan Adalah Tidak Benar

News

Warga Yasinan di Lokasi Lakalantas Slahung

News

Tarif Angkutan Lebaran Tidak Naik

Mataraman

Hari Bhayangkara ke 73 Polsek Slahung Polres Ponorogo Gelar Olah Raga Bersama.

Birokrasi

Polsek Ngrayun Melaksanakan Razia Pelajar Yang Bolos Saat Jam Sekolah

Hukrim

Densus 88 Anti Teror Menangkap Terduga Teroris di Ponorogo

Peristiwa

Las Knalpot, Mobil Fiat di Madiun Hangus Terbakar