Home / kombis

Selasa, 7 Juni 2016 - 06:08 WIB - Editor : redaksi

Jelang Lebaran, BI Kediri Akan Kikis Penukaran Uang di Pinggir Jalan

 

KANALMADIUN – Menjelang Lebaran tahun ini, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri, Jawa Timur, akan menggelontorkan uang baru untuk masyarakat yang membutuhkan.

Jumlahnyapun tak tanggung-tanggung, yakni sebesar enam trilyun yang akan ‘disebar’ ke seluruh Kota/Kabupaten yang masuk wilayah kerja BI Kediri.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Joko Raharto, masyarakat dapat menukarkan uang lama dengan uang baru di Bank terdekat. Selain itu, untuk menekan rentenir yang berkedok jasa penukaran uang uang, BI akan menerjunkan mobil Kas keliling ke beberapa Kota/Kabupaten untuk melayani penukaran uang baru.

“Tolong informasikan, kalau ada tempat penukaran uang baru liar, sampaikan ke kami. Apalagi jika ada yang menggunakan SPG (Sales Promotion Girl) untuk merayu masyarakat agar menukarkan uang lamanya dengan uang baru, tapi dipotong sekian persen. Kami akan tempatkan mobil Kas keliling di dekat mereka buka,” kata Joko Raharto, kepada wartawan, di Balaikota Madiun,( 06/06/ 2016).

Baca Juga :  Patroli Presisi Dialogis Memberikan Pembinaan Tukang Parkir

Menurutnya lagi, mobil Kas keliling untuk melayani penukaran uang baru, akan beroperasi mulai 8 Juni.

“Jumlah yang kami siapkan tahun ini, ada kenaikan, tahun lalu kami ‘hanya’ menyiapkan 4,3 trilyun atau ada kenaikan 1,7 trilyun,” tambahnya.

Baca Juga :  Pelaksanaan Pengamanan Bakti Sosial Dari TP. PKK Kab. Ponorogo Polsek Sampung Aman Kondusif

Meski BI menyiapkan uang baru dalam jumlah besar, katanya, dalam menukarkan uang lama dengan uang baru, tiap satu orang dibatasi maksimal Rp.3,7 juta.

“Ini untuk menghindari agar tidak ada yang kulakan uang baru kemudian dijual dengan harga tinggi,” pungkasnya.

Sudah banyak diketahui, setiap tahun menjelang lebaran, banyak jasa penukaran uang baru di hampir setiap kota. Namun prakteknya, harganya relatif tinggi. Yakni satu dibanding 1,1-1,2. Misal ingin membeli uang baru sebesar satu juta rupiah, pembeli harus membayar antara Rp.1,1 hingga Rp.1,2 juta. Hal ini tentunya sangat merugikan konsumen.(as/kanalponorogo.com)

Share :

Baca Juga

Birokrasi

Pj Bupati dan Ketua Dewan Sidak ke PCC

kombis

Ciptakan Percepatan Optimalisasi PAT– PIP kedelai 2015

kombis

Soft Opening Resto Ecco Kitchen Dihadiri Bupati Ipong

Budaya

Larungan Sesaji di Telaga Ngebel, Puncak Perayaan Grebeg Suro

Kesehatan

Ratusan Ayam Milik Warga Sampung Mati Mendadak

kombis

Tutup Rangkaian Reses, Ibas Kunjungi Petani Sayur Plaosan

Headline

Kang Giri Rubah Gunungan Sampah di TPA Mrican Jadi Briket

kombis

Menkominfo Cari Formula Pungutan Pajak Aplikasi OTT Asing